Merenungkan kembali postingan Hanung yg merasa betapa beruntungnya dia
dalam menjalani kehidupan ternyata banyak hikmah yg bisa kita pelajari.
hal tersebut memang pribadi sifatnya dan mengukurnya pun memakai
pengalaman pribadi dengan nilai yang umum... saya ada ilustrasi :
seorang pegawai yg diberhentikan oleh perusahaannya mengadu pada
seorang motivator,
" pak, hidup saya hancur sudah, saya malu diberhentikan oleh kantor,
masa depan saya hancur, anak anak mungkin akan berhenti sekolah, saya
mulai berpikir untuk bunuh diri sajalah , gelap sudah pak masa depan saya"
si motivator tersenyum kemudian memberi kertas putih memanjang dan
membuat garis di tengah yg membelah kiri dan kanan..
dan menuliskan kelebihan di sisi kanan dan kekurangan di sisi kiri
M : apakah istri anda mencintai anda...
P : iya tentu saja sudah duapuluh tahun dia mendampingi saya
M : nah awal yg baik, mari kita tulis istri yg mencintai di sebelah
kanan, apakah anak bapak ada dipenjara sekarang .
P : bapak ini ada ada saja, anak2 saya baik baik saja,
M : okey berarti bapak punya anak2 anak yg baik.., nambah lagi poin
disebelah kanan, ada yg cacat atau mungkin cacat mental di keluarga
bapak..
P : hmm nggak....( mantan pegawai ini mulai tersenyum )....
M : apa yg anda khawatirkan, baru tiga point saja, nggak ada yg kita
tuliskan di sebelah kiri...
P : lalu tentang pekerjaan saya pak...
M : keluarga anda adalah motivator anda, setiap malam anda dapat
mengambil bintang bintang dan menjualnya di jalan kalau keluarga anda
penuh dengan cinta..
my point is :
1. begitu banyak yg kita miliki tapi kita abaikan
2. banyak hal yg dapat dilakukan bila kita di dukung oleh orang2 yg
mencintai kita.
3. ke aku an adalah hal yg bodoh untuk dipertahankan,
( saya melihat rasa hancur pegawai ini karena dirinya merasa tidak di
hargai perusahaannya, perhatikan kalimat "saya malu ", padahal banyak
tempat lain yg mungkin akan memperlakukan kita sebaliknya)
4. jangan mudah menyerah, carilah tantangan...
kaya yg disaranin sama pak harri
saya berdoa untuk pandawa dan simpati saya pada kurawa.
Jamie Hans...