pagi mas... maaf saya setuju usul mas... moga denger n di jadikan bahan 
pertimbanagn bukan hanya didengar aja...yaaa pindah2 sih bisa juga asal memang 
asda pola dan merata bukan tebang pilih, ada dasar dalam melakukan mutasi...
  contohnya...:
  misal kita dimutasi... ke daerah contoh lah wamena= 3 tahun, 
putusibao=4tahunm, banda aceh= 4 tahun atao berapa tahun lah tapi dah di kasih 
tau kamu bakal disana sekian tahun yaa mleset2nya + - 6 bulan lah.. jadi enak 
kita mau punya planing, mau kuliah,,,ato nyari istri ato apalah... udah ada 
peganagn.. waktu,,, bukan macam sekarang.... dgn daerah ya sama tapi beda2 kena 
mutasinya lagi.. kita =5 tahun eh ada yang 5 tahun+, ada juga berapa bulan, 
eehh tau tau dah pindah alasan kebutuhann pusat...
  jika pasti waktunya kita tenang..kerja eanak.. ga pake nunggu2 y ga pasti,, 
mau kredit rumah ato motor.. baru mulai ehh kena pindah... kan jadi ga 
nyaman... hidup penuh ketidak pastian, tlg bu pak ya dah punya kekuasaan mohon 
pertimbangan pendapat kami yang telah/ masih merasakan ke tidak tenangan 
hati... 
  makasihh

Maman Rohman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          

Para Milis yang saya hormati :
Saya sangat bangga sekali dengan telah dilaksanakannya KPPN 18 KPPN 
Percontohan, dimana para prajurit, patih, dan rajanya untuk masuk sebagai 
penghuni KPPN Percontohan tersebut melewati uji kompetensi yang ketat (lebih 
hebat lagi mungkin kalo dilaksanakan juga fit and proper test)...
Saya harap semua pegawai yang mengisi semua KPPN di bumi Nusantara ini, 
perekrutannya juga seperti perekrutan pada KPPN Percontohan juga.
Saya lihat, dengan dilakukannya face off pegawai KPPN Percontohan tersebut, 
akan memutus mata rantai terjadinya budaya kasih amplop dari steak holder yang 
telah dilakukanya sejak jaman nenek moyang kita mendirikan DJA dulu.
Saya mudah-mudahan sangat yakin akan komitmen yang suci untuk memperbaiki citra 
DJPBN dari pegawai KPPN Percontohan tersebut, yang nota bene pelaksananya 
adalah lulusan prodip / S.1 umum.
Saya usulkan juga buat Bagian Kepegawaian, supaya kalo misalnya mau mengadakan 
mutasi, jangan hanya anak-anak prodip saja yang diucek-ucek kesana kemari, dia 
juga butuh kemapanan dalam kehidupannya. Dengan berdalih supaya anak-anak 
prodip banyak mendapatkan pengalaman kalo kelak jadi pejabat (emang pengalaman 
bisa dijual untuk ditukar makanan....?, yang dibutuhkan adalah kemapanan ). 
Saya liat banyak banyak anak-anak prodip yang belum punya rumah karena 
pindah-pindah, sedangkan pegawai penerimaan umum (SMA)/ dari tenaga honorer 
yang punya rumah dan hidup berkecukupan karena tidak pindah-pindah.
Kalo dilihat dari karier, penerimaan dari umum (SMA)/ honorer banyak yg lebih 
duluan jadi pejabat setelah menyelesaikan S.1 (baru pertama kali mutasi keluar 
kampung halaman, langsung jadi pejabat) daripada lulusan prodip yang seumurnya.
Oleh karena itu, buat Bagian Kepegawaian agar dalam melakukan mutasi supaya 
jangan tebang pilih yaitu prodip atau bukan prodip + cewek atau cowok.
Salam Perubahan.
Mohon maaf sebelumnya bila ada yang merasa terusik atas tulisan saya.
Hentikan korupsi dana APBN dengan alasan apa pun.
Hentikan sekarang juga. 
Buat para pegawai KPPN, hentikan sekarang juga pemberian
amplop dari Satker / pihak ketiga dengan alasan apapun. 

__________________________________________________________
> Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel 
today! http://surveylink.yahoo.com/gmrs/yahoo_panel_invite.asp?a=7 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers

[Non-text portions of this message have been removed]



         

       
---------------------------------
Shape Yahoo! in your own image.  Join our Network Research Panel today!

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke