he he...
akhirnya ada yg sepaham juga sama inyonge...
semua ntar ya kembali ke mentalitas orangnya...
pokoke yg mental tempe...
enaknya ya di goreng garing...klo gak ya dibacem...
yg mental tahu...
dibikin tahu isi aja....ato tahu GEJ..JROT yg moncrot..?
yg mentalnya ngutil mah...
ada kesempitan dikit pasti nyelip2...
yg mentalnya anak kampus...au kampus mana tuh...
masih ngitungin duitnya kurang 500 perak...
maklum lum pnempatan remote area...
sekaleee makan nasi sayur ndogg ama es teh 10reeboo

emang seh...
biar gak pada mental2 harus di iket semua...
harus di pagerin yg bagus...
tp jgn ampe pagar makan taneman yee....

tp TETEP....
PISS...
4 Oi n SlankerS
Assalamu'alaikum



On 8/4/07, Djoko Brewok Lebat Banget <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Mas "Lautan Api" gak pake Bandung.....alias Samodero Geni...gak pake 't'
> (GENIt)
>
> Jika kenyataan nanti seperti itu, saya sangat setuju dengan Pendapat mas.
> Kenapa kita harus "Gebyah Uyah" samaratakan saja? Berarti saat (selama) ini
> memang tidak ada penilaian khusus yang Objektif terhadap tiap-tiap pelaksana
> dan (mantan) korpel?
> Berarti semua pada saat sekarang adalah sama2 BODOH! Sehingga perlu
> diletakkan pada level terbawah pada pangkatnya masing2.
> Haruskah demikian? Bukankah selama ini atasan kita bahkan sampai kepala
> kantor sekalipun tahu, tentang eksistensi dan kemampuan bahkan kemauan kita?
> Bukankah seorang (Mantan) Korpel yang notabene III/b memiliki tupoksi yang
> berbeda dengan pelaksana yang juga III/b? Tapi Job Grading awalnya sama?
> Ini yang aneh!
> Kalau ingin mengajari tentang Reformasi Birokrasi, rasa2nya rekan2 anak
> muda sejak dulu anti kemalasan, anti amplop, bahkan lembur fiktif
> sekalipun!!! Apatah lagi honor2 yang gak jelas dari PEMDA, BANK2
> Operasional/Persepsi, HONOR SAI dari satker padahal Petugas dari KPPN tidak
> melakukan apa2, yang semua itu kami anggap SUAP alias GRATIFIKASI!!! haram
> hukumnya!!! Nah lho???
> Kalo masyarakat Indonesia tahu gratifikasi sejak terbentuknya UU anti
> korupsi dan adanya KPK, kami pengikut Rasulullah SAW sudah tahu sejak lebih
> 15 abad yang lalu! Maaf bukan saya ngajari.....Jadi reformasi saja mental
> pejabat kita, dan rekan2 kita yang sudah terlanjur rusak, dan jangan hanya
> bisa menilai bawahan secar subjektif! Penilaian rendah atas Grade yang
> diterima oleh pelaksana dan mantan korpel jelas2 sangat subjektif.
> Tapi kalo itu yang sudah 'digariskan' Menkeu ya sudah, apa boleh
> buat.....bukan dosa atasan kita atau kakanwil kita yang melaksanakan
> kebijakan tersebut.
> Semoga Allah mengampuni kita, memberi kesabaran, ketabahan. Dan kita pun
> tetap iklash menjalani tugas kita (meskipun kita marah2 seperti apapun! Kita
> tetap ikhlas dalam bekerja). Oke.....
>
>
>
> Samodero Geni <[EMAIL PROTECTED] <samodero_007%40yahoo.com>> wrote:
> Pak Hari, terima kasih atas tanggapannya....
> Saya jadi berpikir, dugaan saya benar, bahwa di seluruh kanwil DJPBN ada
> kebijakan pemberian grade terendah untuk staf/pelaksana diawal pelaksanaan
> job grade. Kalau sudah seragam begitu, saya jadi menduga hal ini sudah
> mendapat restu ... atau hanya sebuah kebetulan belaka. Semoga dugaan saya
> salah......
>
> Kesimpulan saya : kebijakan pemberian grade terendah bagi pelaksana
> sebenarnya bertentangan dengan aturan penilaian job grade, karena disana
> disebutkan agar penilaian job grade bersifat objektif berdasarkan
> kompetensi, bukan "digebyah uyah" ambil grade terendah. Apakah hal ini bisa
> dikatakan dengan ungkapan "ketentuan dikalahkan dengan kebijakan (tentu
> dengan berbagai pertimbangan atau karena dalam masa transisi)"? Sekali lagi
> semoga saya salah.....
>
> Alternatif I :
> Analog dengan kebijakan pemberian grade terendah diatas, maka usul
> percepatan penilaian job grade anggap saja seperti itu. Aturannya setiap
> semester, tapi bisa kita ambil kebijakan (mengingat berbagai pertimbangan
> atau masih dalam masa transisi) dipercepat menjadi tiap triwulan sampai
> semuanya berjalan normal.
>
> Alternatif II :
> Amandemen peraturan tentang pedoman kinerja DJPBN.
>
> Salam Pramuka,
> SRENGENGE
> Veteran Bantara
>
> Hari Ribowo <[EMAIL PROTECTED] <hari_ribowo%40yahoo.com>> wrote:
> Mas Samodera Geni..
> terimakasih untuk usulan nya
> waktu di rapim kemarin memang terdengar nya gitu..
> komitmen untuk mengevaluasi setelah 6 bulan.
>
> semula saya pikir ini hanya komitmen di rapim aja..
> tau tau saya baca di Manajemen Kinerja tertulis akhir semester
>
> boleh saja saya tampung usulan mas Samodera..
> kan katanya untuk di teruskan ke kantor pusat ya.
>
> sekalian sambil saya cari cari juga ketentuan
> yang memungkinkan percepatan penilaian
>
> kalau ada diantara temen temen yang bisa tunjukkan aturan nya
> silahkan di kemukakan.. kita bahas rame rame..
>
> demikian dulu mas Samodera.
> juga buat temen temen yang lain
> wassalam
>
> Samodero Geni <[EMAIL PROTECTED] <samodero_007%40yahoo.com>> wrote:
> Pak Hari, sepertinya kebijakan pemberian grade terendah pada pelaksana di
> awal pelaksanaan job grade ada di beberapa kanwil (atau jangan-jangan di
> seluruh kanwil). Saya cukup bisa memahami kebijakan ini. Namun ada yang
> menggelitik saya yaitu
> komitmen akan dilakukan penilaian kembali setelah 6 bulan. Soal 6 bulan
> inilah yang agak mengganggu saya. Meski hal ini sudah diperkuat dengan
> Perdirjen tentang pedoman kinerja ditjen PBN, tapi ada hal-hal yang ingin
> saya sampaikan sbb :
> 1. Saya berharap kiranya kebijakan 6 bulan ini ditinjau kembali, minimal
> di masa transisi ini. Saya rasa 6 bulan terlalu lama. Pastinya semua
> berharap segera mendapatkan grade tertinggi karena kita merasa mampu dan
> telah menunjukkan kinerja yang baik.
> 2. Bagi teman-teman prodip 1 dengan pangkat IIa atau IIb, tetapi menjadi
> ujung tombak di kantornya, dengan kebijakan grade terendah akan merasakan
> ketidakadilan, seperti postingan-postingan yang lalu.... mungkin segera
> terobati jika waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan grade tinggi tidak
> terlalu lama.
> 3. Kalau boleh saya usul, bagaimana di akhir bulan September 2007, dapat
> dilakukan penilaian kembali job grade ini. Saya rasa sebenarnya para Kepala
> Kantor sudah bisa menilai para pelaksananya. Sekaligus sebagai kado lebaran
> bagi pelaksana-pelaksana yang berprestasi. Saya berharap Pak Hari bisa
> menyampaikan hal ini pada forum rapat pimpinan DJPBN.
>
> Salam,
> SRENGENGE
>
> Hari Ribowo wrote:
> Mas Norman, terimakasih di tanyakan mengenai hal ini..
> sebetulnya ketika saya kemarin kasih pengarahan di depan temen temen yang
> masuk ke kanwil.. saya sudah katakan bahwa diantara kita sekarang ada
> persaingan.. persaingan untuk merebut grade yang lebih tinggi..
>
> catatan: saat ini kami di jawatengah menerapkan grade terendah untuk
> pelaksana dengan komitmen akan di naikan ke grade yang lebih tinggi bagi
> yang bisa memperlihatkan kinerja selama 6 bulan).
>
> Bagi pelaksana yang tidak bisa memperlihatkan kinerja akan di tetapkan di
> grade yang sama bahkan tidak tertutup kemungkinan akan di turunkan ke grade
> yang lebih rendah
>
> Bagaimana cara nya untuk bisa bersaing padahal kerjaan nya tidak ada?
>
> coba baca buku buku peraturan..
> lihat SOP kanwil.
> apakah ada yang belum di kerjakan oleh petugas kanwil..
> coba usulkan pekerjaan yang baru kepada kepala seksi/bidang.
> tindak lanjuti laporan dari KPPN yang selama ini tidak di kerjakan
>
> Sebetulnya banyak kerjaan di kanwil..cuma belum dikerjakan
> saya siap sedia di temui bila ada usul mengenai jenis pekerjaan baru..
> kita akan bicarakan .. dan laksanakan kalau betul betul akan membawa
> manfaat bagi kinerja kanwil..
>
> mungkin demikian dulu mas Norman Herman..
> terimakasih mempertanyakan masalah ini..
> wassalam
>
> Maman Rohman wrote:
> Yth. Bapak Hari Ribowo
>
> Mohon maaf bila kami yang wong cilik ini bertanya.
> Dengan adanya KPPN Percontohan ini, mengakibatkan banyaknya pegawai KPPN
> lama yang tidak masuk KPPN Percontohan di migrasi ke Kanwil. Di kanwil kami
> menerima 60-an pegawai. Disana kerjaan mereka cuman absen dan kemudian
> duduk-duduk lesehan karena di kanwil itu, dengan pelaksana yg yang ada
> sekarang aja sdh banyak yang nganggur.
> Kira-kira sampai berapa lama keadaan ini terus berlangsung? Dan mau
> dikemanakan pegawai eks KPPN Lama tersebut?
> Kalo dikaitkan dengan kenaikan TKPKN yang cukup lumayan signifikan, tapi
> gak ada gaweannya, kan penghasilan yg kita terima takut gak berkah (kita kan
> harus memikirkan akhirat juga, ya pak?).
> Demikian yang kami tanyakan, mudah2an ada pencerahan.
> Terima kasih.
>
> Hormat saya,
> Maman Norman
>
> __________________________________________________________
> > Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel
> today! http://surveylink.yahoo.com/gmrs/yahoo_panel_invite.asp?a=7
> >
> >
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>
> Hentikan korupsi dana APBN dengan alasan apa pun.
> Hentikan sekarang juga.
> Buat para pegawai KPPN, hentikan sekarang juga pemberian amplop dari
> Satker / pihak ketiga dengan alasan apapun.
> Yahoo! Groups Links
>
> ---------------------------------
> Yahoo! oneSearch: Finally, mobile search that gives answers, not web
> links.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> ---------------------------------
> Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
> Answers
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> Hentikan korupsi dana APBN dengan alasan apa pun.
> Hentikan sekarang juga.
> Yahoo! Groups Links
>
> ---------------------------------
> Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel today!
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> ---------------------------------
> Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect. Join Yahoo!'s user
> panel and lay it on us.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> Hentikan korupsi dana APBN dengan alasan apa pun.
> Hentikan sekarang juga.
> Yahoo! Groups Links
>
> ---------------------------------
> Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who
> knows.
> Yahoo! Answers - Check it out.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> ---------------------------------
> Yahoo! oneSearch: Finally, mobile search that gives answers, not web
> links.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> ---------------------------------
> Park yourself in front of a world of choices in alternative vehicles.
> Visit the Yahoo! Auto Green Center.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke