Referensiers ysh,

Ada satu buku yang sedang saya cari-cari, yaitu "Il Principe" (The
Prince, Sang Raja), karya Niccolo di Bernardo dei Machiavelli
<http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/6413>   (1469-1527).
Sebuah buku yang sangat terkenal sepanjang masa, pernah dilarang oleh
Paus Clement VIII, dan menimbulkan salah penafsiran berabad-abad; juga
memunculkan stigma: 'Makiavelist
<http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/1884> ', pencinta
kedigjayaan, menghalalkan segala cara untuk memelihara kekuasaan, dlsb.

Namun Foucault L4 (lu lagi lu lagi), menjelaskan bahwa ada 'kesalahan
persepsi' berabad-abad tentang maksud Machiavelli, sebagaimana disebut
dalam tulisannya "Governmentality" (terjemahan tidak sempurna dan tidak
lengkap tersedia di milis Kebudayaan
<http://groups.yahoo.com/group/kebudayaan/message/1202> ). Saya
menangkap dari Foucault bahwa Il Principe merupakan tulisan fenomenologi
tentang seorang 'Prince' yang dikarakterisasi satu prinsip ('princ'iple)
dalam posisi 'princ'ipal-nya dengan eksternalitas dan transendental,
untuk mengukuhkan 'princ'ipality-nya. Jadi sebenarnya pada era itu (awal
abad 16) sudah ada 'gerakan reformasi dan dekonstruksi' di daratan
Eropah, yang kemudian dikenali sebagai Renaissance Age (era pencerahan,
raushan fikr, aufklarung). Selain Machiavelli terdapat beberapa penulis
lain yang meng-kawal-i era tersebut, namun memang hanya tulisan
Machiavelli yang diserang habis-habisan selama berabad-abad. Terdapat
berbaris-baris penentangnya, seperti Ambrozio Politi, Innocent
Gentiller, de La Perriere, Th Elyott, P Paruta, dll, ini di era abad 16
saja. Namun baru dua abad kemudian ada pendapat yang berbeda disampaikan
oleh JJ Rousseau yang berbicara tentang 'ruang kedaulatan'; serta dua
abad kemudian hal ini diperjelas lagi oleh seorang Foucault.

Kurang lebih penafsiran Foucault: analisis tentang The Prince sudah
diwarnai berabad-abad dengan konsep 'the art of government' (padahal
Machiavelli hanya berbicara tentang 'fenomenologi', ini tafsiran saya
atas tafsiran Foucault); dan aspek 'mentality' dapat dipisah dari ruang
'soverignity'.

Demikian. Salam.

-ekadj

Kirim email ke