Pak Mod, Pak Aby, Pak Djarot, teman-teman,
        Yah begitulah Pak Aby, kini sakkenanya saja ngopi dan nginep, sepanjang 
asam urat mengizinkan, harap maklum.
        Sangat ingin meninjau lagi konsepsi Pak Aby tentang membangun hirarki 
kota-kota Nusantara. Mulai Kota Kecil Pusat Layan Desa, sampai ke Metropolis 
dan Megapolis itu, dan bagaimana yang dua terakhir ini perlu didistribusikan 
secara pintar ke tiap pulau; mulai dengan Makasar, target berpenduduk lima juta 
bukan? Sungguh perlu satu badan independen pemerhati, peneliti, dan pengawal 
pembangunan kota berencana --- say, metropolis Banda Aceh, Medan, Pakanbaru, 
Palembang, Pontianak, Ketapang, Pangkalan Bun, Banjarmasin, Balikpapan, Tanjung 
Redeb, Manado-Bitung, Makasar, Bari (di Buru), Masohi,  Ambon, Fakfak, 
Jayapura, Merauke, Kupang, Waingapu, Mataram, Banyuwangi, Probolinggo, 
Pekalongan, Tegal, Banten, Merak-Cilegon. Kemudian megapolis Jakarta-Bandung, 
Cirebon-Cilacap, Semar-Joglo, dan Suramadu-Jombang-Kediri, masing-masing 
berapa, 25 juta penduduk pemukim? Jadi seratus juta di Jawa nan sesak sudah 
dapat kita sediakan ruang urban yang relatif baik dan rapi, tidak ekstensif 
lapar lahan. Kita tanya kawan-kawan di DitJen Taru, apa versi terbaru 'National 
Urbanization Policy'? Tentu untuk gambaran program 5 - 10 tahun sudah ada PP No 
26 Th 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional; yang barangkali lebih 
lancar geraknya jika bisa diterangkan melalui kebijakan perkotaan nasional dari 
setiap Presiden+Kabinet yang sedang berkuasa. Termasuk alokasi anggaran 
technical assistance, fora, serta insentif/disinsentif konstruksi kota-kota. 
Apa kata DPD?
        Pak Aby dan Pak Mod, kali ini terdorong semangat saya oleh karena 
melihat begitu berjubel-jubelnya uang negeri ini: semua software di atas 
barangkali tak akan memakan biaya lebih dari 10 mobil menteri dan10 rumah 
anggota DPR. Kemudian program kabinetnya coy! Bertangkaikan jembatan Selat 
Malaka, jembatan Selat Sunda, jaringan Nasional jalan, energi dan infrastruktur 
lainnya, peningkatan pelayanan pelabuhan, revitalisasi industri manufaktur, 
pendidikan, kesehatan, wah, rasanya physical planner itu akan dipisuhi 
masyarakat jika tak membantu menjawab: DI MANA dan KAPAN? Dan tentu saja, 
sebaiknya dijawab SEPULUH TAHUN sebelum upacara ground breaking!
        Terima kasih kepada Pak Djarot mengingatkan kita akan Perancis, negeri 
termaju di Eropa pada masanya itu, saking majunya di tahun 1789 saja semua raja 
dan bangsawan di guillotine, menjadi Republik dengan perlu bersusah payah 
melalui fase Napoleon dan Kekaisaran segala. Sungguh dipujiken jika Pak Darwis 
bisa bercerita di sini tentang peran keilmuan Perancis bagi Asia Tenggara, 
Indonesia khususnya --- ingat saya terakhir Denys Lombard dengan bukunya Nusa 
Jawa: Silang Budaya. Hallo Pak Dadang DJPR, ingat studi orang Perancis tentang 
Dayak di tengah Kalimantan itu, saya berikan situ karena saya tak bisa 
berbahasa Perancis?
        Pak Mod dan Pak Djarot, berbagai cara pandangan hidup cq filsafat yang 
dibawa oleh semua pendatang ke arkipelago yang begini terbuka, sejak 
Mongol/Proto Melayu, Vietnam/Deutero Melayu, India, China, Arab, Barat, dll 
pastilah berinteraksi dengan manusia Nusantara yang sudah ada sejak dua 
setengah juta tahun itu, Jawa phitecantropus erectus dan orang Flores atau 
keturunannya. Saya duga ada tiga macam godokan yang terjadi: gado-gado, bawang, 
dan hidangan (Padang). Gado-gado budaya umumnya di semua pesisir; 
berlapis-lapis kulit bawang umumnya tercipta di pedalaman yang jika dikupas 
satu persatu menyisakan keheningan buddhistik barangkali, atau pemujaan 
nenek-moyang dan animistik. Yang hidangan itu, Pak Mod, salah satu contohnya 
Minangkabau, semua pikiran yang datang jadi piring lauk-pauk tersendiri, tetap 
terpisah dan jelas, boleh dimakan boleh tidak: asal nasinya tetap saja 
matriarchy, adat mamak-kemenakan, adat Datuk Katumanggungan dan Datuk Perpatih 
Nan Sebatang; Adityawarman boleh datang boleh pergi, tak setapak lahan atau 
sebuah dangau yang dapat diakunya sebagai hak milik.
        Maka bicara-bicara mazhab dalam Indonesian School of Planning, tidakkah 
sekurangnya akan terdapat tiga buah, berlandaskan tata serapan gelombang alam 
pikiran dunia itu?

Wassalam,
Risman Maris   
                        

On Jan 23, 2010, at 8:01 AM, hengky abiyoso wrote:

> Halo pak Risman ysh,
> 
> Trims atas sapaan hangatnya …. Sudah agak lama gak jumpa ya? ….. saya 
> sebenarnya ingin banyak men-stigma-in  bapak dan ingin banyak mendengar  
> stigma-an dari  bapak lho…. Tapi bgmn kalau caranya sambil  kita kopi darat 
> dan nginep lagi di cipanas spt waktu itu?….. atau barangkali cukup sore2 saja 
> gitu  kita stigma2an  berdua dikantornya mas Panpan sambil godain pak Eka 
> kalau kebetulan beliau pas lewat?.......salam,
> 
> aby
> 
> --- On Fri, 1/22/10, R Maris <[email protected]> wrote:
> 
> From: R Maris <[email protected]>
> Subject: [referensi] Tantangan 2010
> To: [email protected]
> Date: Friday, January 22, 2010, 1:00 AM
> 
>  
> STOP PRESS! STOP PRESS! BREAKING NEWS ........ !!!!
> 
> Kepala Negara, Bapak SBY, berapat komunikasi di Bogor dengan segenap pimpinan 
> lembaga tertinggi negara yaitu DPR, MPR, MA, KY, MK, BPK. Dalam konferensi 
> pers Kamis sore 21 Januari 2010 seusai rapat tersebut Bapak SBY menyatakan, 
> telah dibahas dan disepakati untuk sepanjang 5 tahun ke depan semua lembaga 
> negara sangat memperhatikan 13 poin masalah/issues beserta ancang-ancang 
> pokok penyelesaiannya ......
>  
> 


From:   Djarot Purbadi <[email protected]>
        Subject:        Re: [referensi] Tantangan 2010
        Date:   January 22, 2010 8:45:32 PM GMT+07:00
        To:     [email protected]
        Reply-To:       [email protected]

Sahabats,

Teman saya Darwis Khudori yang bekerja di Perancis menulis bahwa eropa dan 
amerika berakar pada pohon yang sama, sedangkan nusantara memiliki akar yang 
berbeda. Tampaknya kiat mesti jernih memandang persoalan filsafat barat dan 
timur ini. India dan Cina punya akar pohon yang berbeda pula. Saya tidak tahu 
apakah ilmuwan filsafat (maksudnya sarjana filsafat) dan jurusan filsafat juga 
tertarik meneliti "filsafat vernakular" ini ??? 

Salam,

Djarot Purbadi

http://realmwk.wordpress.com [Blog Resmi MWK]
http://forumriset.wordpress.com [Blog Resmi APRF]
http://fenomenologiarsitektur.wordpress.com

--- On Thu, 1/21/10, R Maris <[email protected]> wrote:
....................................................................................
...................................................................

Kirim email ke