baraya... kumaha nya... rayi urang anu kelas 3 sd tos terangeun ...ceunah " aa, iraha majalah playboy teh beredar?"
duh gusti,... naha kieu teiung atuh Pada tanggal 1/21/06, Rahman <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > > Gudang porno mah internet!!!!! Internet "DISIKAT" oge atuh sakalian? > > Hirup SENSOR!!! :(( > > "Playboy" Wow! > > REMCO Campert, penyair kenamaan dari Belanda pernah menulis sejumlah > esainya di majalah Playboy edisi bahasa Belanda. Bahkan bukan hanya > itu, beberapa iklan buku yang ditulisnya dipublikasikan juga di > majalah tersebut. Setidaknya, saya bersama penyair Agus R. Sardjono > pernah melihat itu di Leiden, di sebuah kios yang secara khusus > menjual koran dan majalah. Tepatnya di stasiun kereta api, yang > menghubungkan Leiden dengan kota-kota lainnya di Eropa. > > Kini majalah yang sarat dengan foto-foto bugil yang dibidik dari > berbagai arah itu -- akan terbit dalam edisi bahasa Indonesia pada > bulan Maret mendatang. Wow, artis-artis lokalkah yang akan muncul di > situ, atau orang-orang ternama dari Barat sana yang dengan riang > gembira memperlihatkan bagian-bagian tertentu dari tubuhnya yang > bugil, yang seakan-akan kulitnya tidak pernah ditumbuhi bisul? > > Apa sebab? Playboy yang terbit dalam edisi bahasa Belanda itu, pada > lembaran-lembaran tertentunya banyak menampilkan foto-foto telanjang > wanita Belanda, selain yang sudah dikemas dari Amerika sana. Jika > Playboy edisi terbitan Indonesia banyak menampilkan wanita-wanita > lokal yang dengan suka-ria mau foto bugil dengan alasan apa pun, maka > kehadiran majalah ini di negeri ini -- harus siap-siap berhadapan > dengan para penjaga moral, selain berhadapan dengan berbagai macam > undang-undang yang kelak menghadangnya. > > Sisi baik dan sisi buruk di majalah Playboy memang tersedia. Sisi > baik, tak jarang majalah itu sering menampilkan artikel-artikel > menarik tidak hanya membahas sosial seni dan budaya, tetapi juga gaya > hidup. Sisi buruk, tentu saja apa yang selama ini ditabukan untuk > dilihat oleh publik: khususnya mengenai bagian-bagian tertentu dari > tubuh manusia, di majalah tersebut secara terang-terangan bisa dilihat > tanpa harus disembunyikan dalam lipatan kain. Alias telanjang bulat > atau pornografi. > > Hal-hal yang bersifat pornografi sesungguhnya di negeri ini, sudah ada > sejak ribuan tahun lalu. Lihat saja sejumlah relief yang ada di Candi > Borobudur yang mengungkap berbagai gaya adegan persetubuhan. > Relief-relief itu hingga kini masih ada, dan sudah difoto banyak > orang. Adakah para penjaga moral berani memugar relief semacam itu, > jika majalah Playboy kelak terbit, misalnya didemo secara > besar-besaran untuk tidak edarkan di negeri ini? > > Tantangan semacam ini juga berlaku bagi UU Pornografi dan Pornoaksi > yang kini tengah diperbincangkan banyak pihak. Jika diketuk jadi > undang-undang, para penjaga moral harus konsekuen, membabat habis > semua itu, tak peduli apakah relief itu termasuk yang dilindungi atau > tidak oleh UU Cagar Budaya. (Soni Farid Maulana/"PR")*** > > > > > > > http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/ > > [Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea] > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > -- :: mencintai dengan Iman, menjaga dengan Iman, dan melepaskan dengan Sabar :: [Non-text portions of this message have been removed] http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/ [Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
