Assalamu'alaikum Wr. Wb. Tantangan terbesar perbankan syariah saat ini adalah mengembangkan produk perbankan yang sesuai kebutuhan nasabah & sekaligus tuntunan syariah.
Dilain pihak produk itu juga harus kompetitif dan memiliki keunggulan bersaing, misalnya produk Debit Card, saya lihat Bank Muamalat & BSM sudah melakukannya, tapi produknya tidak menarik karena nasabah yang akan melakukan transaksi dengan kartu debit tersebut hanya dapat melakukan di merchant2 tertentu dan dikenai biaya, sementara Debit BCA bebas biaya bahkan bisa ambil tunai di kasir merchant! Internet banking, saya lihat BSM sudah ada produk internet banking, tapi di sana-sini di debet biaya melulu, setiap transaksi kena charge & transaction secutiry-nya masih rawan karena kalau lembar informasi TIN untuk transaksi itu jatuh ke tangan orang lain, maka rekening si nasabah bisa dibobol oleh orang lain, beda dengan BCA, yang hanya mengenakan biaya untuk transaksi ke bank lain dan disediakan key BCA untuk transaksi yang tidak mudah disabotase orang lain. Nah, saya lihat tantangan terbesar Bank Syariah untuk meraih simpati nasabah muslim justru terletak pada bagaimana menciptakan produk yang sesuai kebutuhan nasabah & dapat memiliki nilai lebih dibanding perbankan konvensional, kalau produk bank syariah lebih kompetitif & featuresnya banyak, saya yakin tidak sulit mengajak semua umat Islam di Indonesia menjadi nasabah bank syariah. Wassalam, Kang Deni --- In [email protected], darmayuda yoedea <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > assalamualaikum... > jadi tambah menarik dan kenal siapa yang sedang berdiskusi sekarang. > yang bilang sistem konvebsional itu kacau bukan umat islam saja mas.. atau malah yang pertama kali menyatakan kegagalan ekonomi konvensional juga bukan umat islam, coba lihat buku J stiglitz, yang menentukan permintaan orang berinvestasi juga bukan bunga, melainkan tingkat kesepahaman inforamasi, dan sektor rill. atau coba lihat teori irving fisher dari klasik, apa anda mendapati tingkat sukubunga didalamnya? atau rational ekspectation, yang menggap bahwa pengetahuan informasi akan segala hal yang membuat ekonomi ini berjalan, atau aliran supply side. yang secara sengaja atau tidak bersinggungan dengan apa yang ditawarkan ekonomi islam. coba kembali baca buku ekonomi, selama abad 20 (mulai dari tahun 1900) dunia itu sudah 20x lebih krisis, apa sebabnya, coba dikaji, akan mendapati tingkat bunga peneyebab utamanya. coba baca buku silent spring (yang menjadi pemikiran utama konfrensi rio), akan anda dapati begitu banyak kalimat yang membenarkan alqur'an didalamnya. atau coba > baca buku limited to growth, atau buku, buku gunnard myrdal tentang ekonomi sekarang, atau baca buku william khatab, tabir politik globalisasi, tentang ekonomi dunia yang dirancang untuk menzolimi. atau baca buku karya ivan illich, tentang ekonomi. > atau buku-buku amartya sein, yang sedang mencari bentuk dari ekonomi selain kapitalisme. wah terlalu banyak mas...... > saya gak akan sampaikan lagi buku yang ditulis oleh umat islam, karena saya kenal bagaimana pemikiran anda. > > > > > > Mohon maaf untuk menanggapi masalah yang cukup sensitif. > > satu. Ulama adalah manusia biasa. Dan Nabi bilang: manusia itu tempat > salah dan lupa. Fatwa MUI ini harus kita letakkan pada kerangka itu. > Bagaimanapun masalah riba pada bunga bank modern dengan riba jaman > Nabi sangat beda konteksnya. Jadi kemungkinan keragaman pendapat > sangat mungkin.Jadi fatwa MUI bukanlah keputusan Allah SWT. Fatwa itu > adalah keputusan manusia yang memang sudah berusaha keras agar > keputusannya benar. > > dua. Saya selalu meliat MUI, maaf, terjebak pada teks, sehingga, lagi2 > maaf, lupa substansi. > > Memang ada teks yang udah jelas, ceto welo welo, yang harus kita > ikuti, apapun yang terjadi. Taken for granted. Kalo babi haram karena > di Al Quran menyatakan haram. maka sayapun tak kuasa menolaknya. Kalo > ada perintah puasa, maka kita smeua harus lah puasa. > > Tapi soal riba itu laen. Kata Nabi: agama itu akal. tidak ada agama > bagi orang yang tak berakal. > > Riba dilarang tapi dalam konteks jaman Nabi. Misalnya orang pinjem > uang karena butuh, dan dia harus mengembalikan dalam jumlah tertentu. > Dan orang yang butuh ini termasuk orang yang tidak pilihan lain jadi > memang harus meminjam. Misalnya orang sakit orang lapar yang butuh > makan, lalu pinjam uang, dan kemudian dia harus mengembalikan uangnya > secara lebih. Jadi ini jelas merugikan pihak yang meminjam. Tidak > adil. Dan Islam membenci ketidakadilan. > > Ini sangat beda dengan bunga bank konvesional. Siapa sih yang > dirugikan. Lha wong semua berdasarkan kesepakatan koq. Kalo mau dan > setuju ya hayo, kalo ndak ya ndak apa2 koq. Dan bank2 itu saling > bersaing koq, jadi harga ato bunga pinjaman akan mengikuti pasar ajah. > Nasabah akan untung dalam pilihan. Bisa sesuai selera. > > Saya selalu heran dimana sih ruginya sistem bank konvensional ini. > Siapa yang rugi. Bank? Jelas tidak. Dia bisa pilih siapa yang berhak > memperoleh pinjaman. Bank manapun akan menghindari kredit macet. > Nasabah? Jelas tidak. Dia boleh pinjam boleh tidak. Dan yang pinjam > ini pasti bukan untuk orang yang kelaparan. Toh masalah orang > kelaparan bukan tanggung jawab bank. Nasabah yang berhubungan dengan > bank paling tidak: (i) orang bisnis, (ii) orang yang ingin berkonsumsi > barang seperti yang ingin kredit rumah, beli mobil. > > Saya kira semua proses di bank konvesional itu sangat2 sangat adil. > TIDAK ADA SAMA SEKALI YANG DIRUGIKAN. Lalu apanya yang bisa membuat > bank konvensional itu haram??? > > Akal saya - yang suka yang simpel2 -bilang: Nabi mengharamkan riba > karena ada yang dirugikan, sehingga tatanan sosial bisa rusak. Dan > yang bisa merugikan itu haram. Dan sistem bunga bank konvesional tidak > ada yang dirugikan. Everybody is happy! Kalo semua berjalan baik - dan > udah ada bukti empiris - Bank untung, Nasabah untung. Jadi lebih > pasnya bunga bank itu HALAL. > > tiga. Ini yang saya suka: data empiris. Apa tatanan sosial negara maju > itu jadi rusak karena bank konvesional? Tidak sama sekali. kalo banyak > orang yang dirugikan, padahal bank adalah urat nadi perekonomian, > negara2 itu udah lama runtuh. Malah dengan sistem bank yang > menjembatani orang bisnis dengan pemodal yang selama ini dipakai > terbukti bisa mensejahterakan. > > salam > > > > > > --------------------------------- > Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers >
