assalamualaikum...
jadi tambah menarik dan kenal siapa yang sedang berdiskusi sekarang.
yang bilang sistem konvebsional itu kacau bukan umat islam saja mas.. atau
malah yang pertama kali menyatakan kegagalan ekonomi konvensional juga bukan
umat islam, coba lihat buku J stiglitz, yang menentukan permintaan orang
berinvestasi juga bukan bunga, melainkan tingkat kesepahaman inforamasi, dan
sektor rill. atau coba lihat teori irving fisher dari klasik, apa anda
mendapati tingkat sukubunga didalamnya? atau rational ekspectation, yang
menggap bahwa pengetahuan informasi akan segala hal yang membuat ekonomi ini
berjalan, atau aliran supply side. yang secara sengaja atau tidak bersinggungan
dengan apa yang ditawarkan ekonomi islam. coba kembali baca buku ekonomi,
selama abad 20 (mulai dari tahun 1900) dunia itu sudah 20x lebih krisis, apa
sebabnya, coba dikaji, akan mendapati tingkat bunga peneyebab utamanya. coba
baca buku silent spring (yang menjadi pemikiran utama konfrensi rio), akan anda
dapati begitu banyak kalimat yang membenarkan alqur'an didalamnya. atau coba
baca buku limited to growth, atau buku, buku gunnard myrdal tentang ekonomi
sekarang, atau baca buku william khatab, tabir politik globalisasi, tentang
ekonomi dunia yang dirancang untuk menzolimi. atau baca buku karya ivan illich,
tentang ekonomi.
atau buku-buku amartya sein, yang sedang mencari bentuk dari ekonomi selain
kapitalisme. wah terlalu banyak mas......
saya gak akan sampaikan lagi buku yang ditulis oleh umat islam, karena saya
kenal bagaimana pemikiran anda.
Mohon maaf untuk menanggapi masalah yang cukup sensitif.
satu. Ulama adalah manusia biasa. Dan Nabi bilang: manusia itu tempat
salah dan lupa. Fatwa MUI ini harus kita letakkan pada kerangka itu.
Bagaimanapun masalah riba pada bunga bank modern dengan riba jaman
Nabi sangat beda konteksnya. Jadi kemungkinan keragaman pendapat
sangat mungkin.Jadi fatwa MUI bukanlah keputusan Allah SWT. Fatwa itu
adalah keputusan manusia yang memang sudah berusaha keras agar
keputusannya benar.
dua. Saya selalu meliat MUI, maaf, terjebak pada teks, sehingga, lagi2
maaf, lupa substansi.
Memang ada teks yang udah jelas, ceto welo welo, yang harus kita
ikuti, apapun yang terjadi. Taken for granted. Kalo babi haram karena
di Al Quran menyatakan haram. maka sayapun tak kuasa menolaknya. Kalo
ada perintah puasa, maka kita smeua harus lah puasa.
Tapi soal riba itu laen. Kata Nabi: agama itu akal. tidak ada agama
bagi orang yang tak berakal.
Riba dilarang tapi dalam konteks jaman Nabi. Misalnya orang pinjem
uang karena butuh, dan dia harus mengembalikan dalam jumlah tertentu.
Dan orang yang butuh ini termasuk orang yang tidak pilihan lain jadi
memang harus meminjam. Misalnya orang sakit orang lapar yang butuh
makan, lalu pinjam uang, dan kemudian dia harus mengembalikan uangnya
secara lebih. Jadi ini jelas merugikan pihak yang meminjam. Tidak
adil. Dan Islam membenci ketidakadilan.
Ini sangat beda dengan bunga bank konvesional. Siapa sih yang
dirugikan. Lha wong semua berdasarkan kesepakatan koq. Kalo mau dan
setuju ya hayo, kalo ndak ya ndak apa2 koq. Dan bank2 itu saling
bersaing koq, jadi harga ato bunga pinjaman akan mengikuti pasar ajah.
Nasabah akan untung dalam pilihan. Bisa sesuai selera.
Saya selalu heran dimana sih ruginya sistem bank konvensional ini.
Siapa yang rugi. Bank? Jelas tidak. Dia bisa pilih siapa yang berhak
memperoleh pinjaman. Bank manapun akan menghindari kredit macet.
Nasabah? Jelas tidak. Dia boleh pinjam boleh tidak. Dan yang pinjam
ini pasti bukan untuk orang yang kelaparan. Toh masalah orang
kelaparan bukan tanggung jawab bank. Nasabah yang berhubungan dengan
bank paling tidak: (i) orang bisnis, (ii) orang yang ingin berkonsumsi
barang seperti yang ingin kredit rumah, beli mobil.
Saya kira semua proses di bank konvesional itu sangat2 sangat adil.
TIDAK ADA SAMA SEKALI YANG DIRUGIKAN. Lalu apanya yang bisa membuat
bank konvensional itu haram???
Akal saya - yang suka yang simpel2 -bilang: Nabi mengharamkan riba
karena ada yang dirugikan, sehingga tatanan sosial bisa rusak. Dan
yang bisa merugikan itu haram. Dan sistem bunga bank konvesional tidak
ada yang dirugikan. Everybody is happy! Kalo semua berjalan baik - dan
udah ada bukti empiris - Bank untung, Nasabah untung. Jadi lebih
pasnya bunga bank itu HALAL.
tiga. Ini yang saya suka: data empiris. Apa tatanan sosial negara maju
itu jadi rusak karena bank konvesional? Tidak sama sekali. kalo banyak
orang yang dirugikan, padahal bank adalah urat nadi perekonomian,
negara2 itu udah lama runtuh. Malah dengan sistem bank yang
menjembatani orang bisnis dengan pemodal yang selama ini dipakai
terbukti bisa mensejahterakan.
salam
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
Answers