Cinta mungkin lebih bersifat duniawi, karena bisa
mengandung nafsu, cemburu, dll seperti yang ibu
katakan.  Cinta yang murni atau yang tidak bersifat
duniawi mungkin lebih tepat kalau kita sebut kasih. 
Kasih tidak dendam, tidak kikir, tidak pemarah, tidak
menghakimi, sabar, tidak memfitnah, tidak menipu,
dlsb. 

Salam.
--- reni renata <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Apakah sama antara cinta dan nafsu?
> Cinta mengandung nafsu tapi lebih didominasi oleh
> rasa mengasihi, menjaga, melindungi dan memberikan
> kebaikan pada orang yang dicintai. Nafsu yang
> terkandung dalam cinta adalah keinginan untuk
> memberikan kebahagiaan pada orang yang dicintainya.
> Tapi nafsu seperti nafsu kekuasaan, nafsu badani dan
> nafsu kebendaan lainya cenderung hanya keinginnan
> untuk memberikan kepuasan pada dirinya sendiri tanpa
> memikirkan akibat pada orang lain. Jadi menurut saya
> ada beda antara nafsu dan cinta. Kalau poligami
> dilakukan berdasarkan rasa cinta yang suci berarti
> tujuanya membuat lebih baik, melindungi, menjaga
> orang yang akan dijadikan istri yang akan dinikahi.
> Menurut saya itu malah baik. Tapi sekarang yang
> terjadi adalah poligami untuk memusaskan nafsu 
> serakah meguasai wanita dengan menggunakan harta.
> Akhirnya yang didapatkan adalah seorang wanita yang
> sama-sama serakah ingin harta bukan ingin cinta. Ini
> tidak  yang tidak diperbolehkan.
> 
> Salam
> Mahreni

Kirim email ke