Sejarah ditulis oleh manusia tentang manusia. Apakah kalo yang mati bukan 5 juta tapi 4 juta, atau1 juta, lalu ada bedanya? Ini soal nyawa manusia,Boss. Soal kekejaman yang dilakukan satu manusia atas manusia lain. Bukan soal statistik. Ini fakta tentang bagaimana manusia dijadikan kelinci percobaan, dihabisi nyawanya karena rasnya, dipisahkan dari keluarga serta orang-orang yang dicintai hanya karena kebencian. Berapa sih angka yang mau ditawarkan oleh mereka yang anti-holocaust atau anti-Yahudi? 10? 20? 100? Jika kita mau membantah angka, bukankah sebaiknya kita punya angka lain hasil riset kita sendiri? Kalau cuma bisa bilang, "Ah, 5 juta? Mustahil. Nggak mungkin, Pasti lebih sedikit dari itu, dll" kan seharusnya ada datanya juga? maka yang saya ingin tahu dari Anda-Anda ini, apa dasarnya untuk meragukan angka-angka holocaust atau tentang ada tidaknya holocaust? Jujurlah pada diri sendiri. Jangan-jangan semua kehebohan tentang holocaust ini cuma didasari oleh satu hal: kebencian terhadap Yahudi. Kalo ada orang yang punya cita-cita memusnahkan suatu bangsa, lalu dia bilanh holocaust tak ada, ini sungguh menggelikan. Karena apa? di pikirannya sendiri saja sudah ada agenda untuk melakukan pemusnahan terhadap sebuah bangsa, kok bisa-bisanya menafikan adanya hal yang sama yang disebut dengan holocaust? Ini sama aja dengan bilang di goa X tak ada harta karun, tapi dirinya sendiri sibuk gali-gali harta di goa itu. Kalo ngomong pembunuhan massal, bukan cuma holocaust yang selalu dijadikan konsumsi politik berbagai pihak lewat debat statistik. Hal sama bisa dilakukan dengan Aceh, Timtim, G30S, jugun ianfu zaman Jepang, Bosnia, Rwanda, Sudan, Kamboja, dll. Sementara kita berdebat tentang angka dan matematika, faktanya sudah banyak orang kehilangan nyawa dan sana keluarga. Tak pentingkah perasaan mereka buat kita? Sekali kita bermain soal angka nyawa manusia, maka akhirnya semua tragedi kemanusiaan yang pernah terjadi akan bisa disimpulkan sebagai " tidak pernah terjadi." Jadi, di bumi ini, tak pernah ada terjadi pembantaian massal sama sekali. Damai di bumi! Enak ya? manneke
Lasma siregar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Memang banyak yang mati terbunuh saat perang dunia II, yang jadi pertanyaan adalah "berapa banyak"? Kalau disebut ada 5 juta Yahudi yang mati, apakah mereka punya daftarnya yang bisa dipercaya? Di Indonesia pada saat G30S/PKI ditahun 1965 saja kita tak pernah tahu/jelas berapa banyak orang yang mati... Djaman Soeharto berkuasa, jumlahnya ribuan (kata Orba) lalu jadi ratusan ribu... Setelah Soeharto berlalu maka jumlah korban lewat sejuta orang (katanya). Apa ada yang tahu apa yang terjadi sebenarnya dan berapa jumlah orang yang jadi korban kebiadaban ini? Bagaimana dengan yang terjadi di Aceh, tanah Papua dan East Timor? Di dunia ini nampaknya angka dan statistik plus sejarah bisa diputar balik, dipelintir atau dipilih mana yang disuka atau yang mana maunya... Tapi tentang Yahudi ini selama belum ada buktinya, maka orang akan terus membicarakannya.... Menghina Nabi atau agama orang lain katanya bebas di alam yang sekuler dan demokrasi di Europe. Tapi kalau kita mengatakan sesuatu yang meragukan tentang Yahudi yang mati, orang bisa dituduh "neo Nazi" dan masuk penjara. Bagaimana pendapat kalian, rekan-rekan sekalian? Apakah sejarah selalu "benar" ataukah ada campur tangan dari luar? Tulisan tentang Holocaust ini menarik sekali! Salam Las.
