Pak Manneke,
Tentu saja ada beda antara 1 dan 2 juta. Gimana sih Anda ini?
Jangankan 1 atau 2 juta, sedangkan 1 atau 2 orang saja berbeda kok.
Kalau memang holocaust itu benar-benar menghabiskan nyawa 6 juta
orang Yahudi lantas kenapa kok takut untuk diungkap lagi? sampai-
sampai dibuat undang-undang untuk melarang mengungkap holocaust ini?
Benar-benar mencurigakan.
Ini masalah kejujuran dalam sejarah, Pak. Sedangkan sejarah G-30-S
PKI saja banyak yang meragukan kok. Justru karena ada yang meragukan
jumlah tersebut maka sebenarnya biar saja mereka melakukan riset
sedalam-dalamnya. Toh jika benar maka akan terungkap juga.
Kalimat Anda :"Kalo ada orang yang punya cita-cita memusnahkan suatu
bangsa, lalu dia bilanh holocaust tak ada, ini sungguh menggelikan."
Ini maksudnya apa? Kayaknya kok Anda menuduh orang yang meragukan
jumlah korban dalam holocaust mau memusnhakan suatu bangsa. siapa
yang Anda maksud? Bukannya kebalik tuh? Bukannya Israel yang mau
memusnahkan bangsa Palestina? Ini ucapan apa kok kayak bukan
akademisi.
Lagipula, apa kepentingan Anda untuk mengecam orang yang meragukan
holocaust? What's your point, Pak?
Salam
Satria

--- In [email protected], Manneke Budiman
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Sejarah ditulis oleh manusia tentang manusia. Apakah kalo yang
mati bukan 5 juta tapi 4 juta, atau1 juta, lalu ada bedanya? Ini
soal nyawa manusia,Boss. Soal kekejaman yang dilakukan satu manusia
atas manusia lain. Bukan soal statistik. Ini fakta tentang bagaimana
manusia dijadikan kelinci percobaan, dihabisi nyawanya karena
rasnya, dipisahkan dari keluarga serta orang-orang yang dicintai
hanya karena kebencian.
>
>   Berapa sih angka yang mau ditawarkan oleh mereka yang anti-
holocaust atau anti-Yahudi? 10? 20? 100? Jika kita mau membantah
angka, bukankah sebaiknya kita punya angka lain hasil riset kita
sendiri? Kalau cuma bisa bilang, "Ah, 5 juta? Mustahil. Nggak
mungkin, Pasti lebih sedikit dari itu, dll" kan seharusnya ada
datanya juga? maka yang saya ingin tahu dari Anda-Anda ini, apa
dasarnya untuk meragukan angka-angka holocaust atau tentang ada
tidaknya holocaust? Jujurlah pada diri sendiri. Jangan-jangan semua
kehebohan tentang holocaust ini cuma didasari oleh satu hal:
kebencian terhadap Yahudi.
>
>   Kalo ada orang yang punya cita-cita memusnahkan suatu bangsa,
lalu dia bilanh holocaust tak ada, ini sungguh menggelikan. Karena
apa? di pikirannya sendiri saja sudah ada agenda untuk melakukan
pemusnahan terhadap sebuah bangsa, kok bisa-bisanya menafikan adanya
hal yang sama yang disebut dengan holocaust? Ini sama aja dengan
bilang di goa X tak ada harta karun, tapi dirinya sendiri sibuk gali-
gali harta di goa itu.
>
>   Kalo ngomong pembunuhan massal, bukan cuma holocaust yang selalu
dijadikan konsumsi politik berbagai pihak lewat debat statistik. Hal
sama bisa dilakukan dengan Aceh, Timtim, G30S, jugun ianfu zaman
Jepang, Bosnia, Rwanda, Sudan, Kamboja, dll. Sementara kita berdebat
tentang angka dan matematika, faktanya sudah banyak orang kehilangan
nyawa dan sana keluarga. Tak pentingkah perasaan mereka buat kita?
>
>   Sekali kita bermain soal angka nyawa manusia, maka akhirnya
semua tragedi kemanusiaan yang pernah terjadi akan bisa disimpulkan
sebagai " tidak pernah terjadi." Jadi, di bumi ini, tak pernah ada
terjadi pembantaian massal sama sekali. Damai di bumi! Enak ya?
>
>   manneke

Kirim email ke