Pak Manneke,

Saya sepakat dgn Bpk. Manneke. Opini bbrp org yg meragukan Holocaust
ini memang sangat tendensius. Kok naga2nya mengarah kpd Anti-semitisme
(Anti-Yahudi lebih tepatnya)??? Apakah anda yg meragukan Holocaust
rela kalau anda dicap sebagai org yg rasis? Saya sbg penstudi Hubungan
 Internasional juga sangat menentang kebijakan2 pemerintah Israel pd
umumnya. Apalg, sikap Israel yg menolak keberadaan pemerintahan
Palestina bersatu belakangan ini. Itu sikap yg sangat tidak adil,
setidaknya menurut saya.

Tp, hal itu tidak membuat saya menjadi anti-Yahudi! Kalau kita sampai
terjebak dan berpretensi utk memegang paham anti-Yahudi, lantas apakah
kita menilai diri sendiri lebih baik sbg bangsa & juga sbg manusia??
Saya bukannya sok bijak, tp mari kita jujur pada diri sendiri. Apa
dasar kita utk meragukan Holocaust? Teori konspirasikah? Paham bahwa
sejarah itu subjektif?? Atau, semata2 hanya krn kita memupuk kebencian
terhadap bangsa Yahudi?? Jangan sampai kita membohongi diri sendiri!

Salam hangat,

Patrick Hutapea
Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional
Fisip - Universitas Katolik Parahyangan Bandung


--- In [email protected], Manneke Budiman
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Sejarah ditulis oleh manusia tentang manusia. Apakah kalo yang mati
bukan 5 juta tapi 4 juta, atau1 juta, lalu ada bedanya? Ini soal nyawa
manusia,Boss. Soal kekejaman yang dilakukan satu manusia atas manusia
lain. Bukan soal statistik. Ini fakta tentang bagaimana manusia
dijadikan kelinci percobaan, dihabisi nyawanya karena rasnya,
dipisahkan dari keluarga serta orang-orang yang dicintai hanya karena
kebencian.
>
>   Berapa sih angka yang mau ditawarkan oleh mereka yang
anti-holocaust atau anti-Yahudi? 10? 20? 100? Jika kita mau membantah
angka, bukankah sebaiknya kita punya angka lain hasil riset kita
sendiri? Kalau cuma bisa bilang, "Ah, 5 juta? Mustahil. Nggak mungkin,
Pasti lebih sedikit dari itu, dll" kan seharusnya ada datanya juga?
maka yang saya ingin tahu dari Anda-Anda ini, apa dasarnya untuk
meragukan angka-angka holocaust atau tentang ada tidaknya holocaust?
Jujurlah pada diri sendiri. Jangan-jangan semua kehebohan tentang
holocaust ini cuma didasari oleh satu hal: kebencian terhadap Yahudi.
>
>   Kalo ada orang yang punya cita-cita memusnahkan suatu bangsa, lalu
dia bilanh holocaust tak ada, ini sungguh menggelikan. Karena apa? di
pikirannya sendiri saja sudah ada agenda untuk melakukan pemusnahan
terhadap sebuah bangsa, kok bisa-bisanya menafikan adanya hal yang
sama yang disebut dengan holocaust? Ini sama aja dengan bilang di goa
X tak ada harta karun, tapi dirinya sendiri sibuk gali-gali harta di
goa itu.
>
>   Kalo ngomong pembunuhan massal, bukan cuma holocaust yang selalu
dijadikan konsumsi politik berbagai pihak lewat debat statistik. Hal
sama bisa dilakukan dengan Aceh, Timtim, G30S, jugun ianfu zaman
Jepang, Bosnia, Rwanda, Sudan, Kamboja, dll. Sementara kita berdebat
tentang angka dan matematika, faktanya sudah banyak orang kehilangan
nyawa dan sana keluarga. Tak pentingkah perasaan mereka buat kita?
>
>   Sekali kita bermain soal angka nyawa manusia, maka akhirnya semua
tragedi kemanusiaan yang pernah terjadi akan bisa disimpulkan sebagai
" tidak pernah terjadi." Jadi, di bumi ini, tak pernah ada terjadi
pembantaian massal sama sekali. Damai di bumi! Enak ya?
>
>   manneke

Kirim email ke