Lha .. komentar anda substansinya adalah details kecelakaan atau 
musibah ya ?? Kalo gitu ya justru anda yang bikin repot .. wong 
komentar saya ngga nyinggung "details kecelakaan an sich" !! 
Telusuri lagi deh masalah yang lagi dibahas itu apa, dengan membaca 
tulisan-2 sebelumnya yang segaris. Btw .. seenaknya menyuruh orang 
lain diem, belajar dimana ??
Salam,
Bodo


--- In [email protected], "Fana Soediharto" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Jangan terlalu sinis, Pak.
> 
> Minggu lalu saya nonton acara Air Crash di salah satu TV 
berlangganan ttg
> kecelakaan Silk Air di Palembang.
> 
> Dlm tayangan itu diperlihatkan, setelah 3 tahun kecelakaan, KNKT 
(ada sesi
> wawancara dg Prof Diran) tdk mau menyatakan kalau sebabnya adalah 
pilot
> bunuh diri, - lha wong istrinya njemput di Changi - , walaupun 
opini dari
> berbagai pihak menyatakan demikian. (Sy menyampaikan salut saya 
pada KNKT
> dalam kasus ini)
> Alasannya: KNKT tidak punya bukti kalau pilotnya bunuh diri, 
karena bisa
> saja pesawat jatuh karena mechanical failure.
> 
> Beberapa tahun kemudian, keluarga korban menyewa penyidik di LA, 
untuk
> mencara sebab lain, yaitu mechanical failure tsb. Singkat cerita, 
diketahui
> ternyata ada tiga kecelakaan yg sangat mirip dg Silk Air, salah 
satunya
> terjadi di US (kalau dihitung prosentase kecelakaan terhadap total 
5000
> Boeing 737 yg sdh diproduksi memang kecil sih). Setelah ditelusuri 
lbh
> lanjut, ternyata batang kemudi Boeing 737 menyimpan masalah: 
pembuatannya
> tdk sempurna, yg bisa menyebabkan gerakan rudder (sirip vertikal 
di ekor
> pesawat) tidak terkendali. Bila itu terjadi, pesawat akan miring 
ke kanan,
> terbalik, untuk kemudian menghujam ke tanah. Tiga kecelakaan tsb 
sama persis
> kejadiannya, detik demi detik.
> Bahkan, saat ini, para pilot sdh diajari cara antisipasi kalau 
kejadian tsb
> terjadi.
> 
> Di akhir tayangan diberitakan, kalau pembuat batang kemudi 
membayar sejumlah
> kompensasi kepada korban Silk Air, dan akan melakukan recall. Ini 
food
> news-nya. Bad news-nya: recall akan selesai tahun 2008. Jadi masih 
mungkin
> ada kecelakaan berikutnya, karena sebab yg sama.
> 
> Moral of the story: kita tdk tahu apa yg terjadi dg kecelakaan 
Adam Air dan
> Garuda. Orang2 yg kompeten sj perlu bertahun-tahun. Bisa saja 
human error,
> management error, system error, faktor cuaca, atau yg lain. Kalau 
kita
> sekarang gak tahu penyebabnya mending diem ajalah. Gak usah 
komentar
> kemana-mana, kalau gak punya dasar.
> 
> Gitu aja kok repot.
> 
> Rgds,
> Fana
> 
> On 28 Mar 2007 01:16:06 -0700, bodo_kerlchen <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
> >
> >   Sebenarnya bukan makin pinter ngakalin, tapi makin kaga nyaho 
apa
> > artinya safety !!!! Kalo mau mengkategorikan safety, yah yang 
udah
> > ada aja dulu, yaitu pasiv dan aktiv !! Mereka semua tau itu kok,
> > cuma sekarang mereka bukan lagi bicarain safety, melainkan lagi
> > bela "kelompok" sekalian ndeteksi masih seberapa bego sih
> > masyarakatnya?! So .. up to us, and show them, that kita ngga 
sebego
> > yang mereka harapkan !!
> > Salam,
> > Bodo
>


Kirim email ke