Rekan Amrie Hakim, tulisan awal yang diposting oleh seorang anggota FPK (saya kira bukan penulis aslinya) sama sekali tidak menyinggung- nyinggung agama. Ketika anda mengkaitkannya dengan ajaran agama, maka pada saat yang sama potensi konflik sektarian tercipta.
Potensi konflik sektarian semacam ini bukan hanya bisa terjadi antara mereka yang berbeda agama, tetapi antara sesama umat satu agama tetapi berbeda penafsiran. Contohnya banyak, termasuk di negara-negara yang kebebasan berpendapatnya lebih terjamin daripada di Indonesia. Untunglah potensi konflik sektarian secara fisik tak mungkin terjadi di internet. Kita mestinya mengerti ada ratusan anggota2 FPK (baik muslim, kristen, Hindu dan Buddha dsb) yang setiap hari membaca koran atau tulisan2 di FPK yang mengandung hal-hal yang bertentangan dengan keyakinan mereka, tetapi mayoritas dari mereka berdiam diri dan mampu menahan diri untuk tak berkomentar karena mereka sadar potensi konflik di atas apabila mereka memaksakan diri bicara tentang agama. Salam --- In [email protected], amrie hakim <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Terima kasih untuk tanggapan mas yang menambah pengetahuan saya, insya Allah. > > Saya tidak akan menyanggah atau mendukung apa yang mas tulis, tapi izinkan saya menambahkan/menjelaskan sedikit mengenai apa yang saya tulis sebelumnya. > > Dari yang saya tahu, lesbianisme/homoseksualitas itu adalah sesuatu yang dilarang agama mas, tidak cuma Islam, tapi juga Kristen. Larangan dalam Islam diatur langsung dalam Quran seperti halnya di Kristen dalam Bible. Saya kira mas bisa googling untuk tahu informasi lebih detilnya. > > Karena itulah, saya kira sangat sulit untuk mengharapkan penganut agama (Islam/Kristen) yang taat untuk bersikap netral terhadap praktik lesbianisme/homoseksualitas seperti yang diharapkan para pendukungnya. Tapi, tentu kebencian atau sikap tidak setuju itu tentunya ditunjukkan dengan sikap-sikap yang penuh kebaikan yang sedemikian rupa dapat membuat pelakunya bertobat (kalau masalah lesbianisme/homoseksualitas dipandang dr sisi agama) dan merubah orientasi seksualitas para pengidapnya (dipandang dr sisi gejala patologis). > > Hal yang membuat saya kurang pas dengan artikel sebelumnya adalah menyamakan penganut lesbianisme/homoseksualitas dengan penderita bindeng dan orang kulit hitam. Menjadi bindeng dan berkulit hitam itu tidak dosa, menjadi penganut lesbianisme/homoseksualitas itu dosa. Itupun kalau kita sepakat dengan apa yang dikatakan Tuhan dalam kitab suci kita masing-masing, bagi muslim dan kristen. Saya yakin, haqul yakin, Tuhan tidak melarang sesuatu jika hal itu tidak mendatangkan kerusakan bagi manusia. Wallahu 'alam. > > Sekali lagi, terima kasih untuk tanggaapannya mas. > > Salam hangat, > > amrie > > http://amriehakim.blogspot.com
