Disiplin adalah suatu bentuk sikap yang diperlukan bagi penyelenggara negara,
saya mendukung usul dari Daniel, pendidikan disiplin tetap diadakan dan berada
diluar sistim pendidikan IPDN.
Saya ingat pada periode tahun tujuh puluhan (awal-awal pendidikan Pilot
Garuda), kakak saya kalau tidak salah Angkatan ke 2 pendidikan penerbang Garuda
di Curug. Saya tahu persis bahwa sebelum mengikuti pendidikan penerbang sipil
di sana, kakak saya dan lainnya seluruh peserta didik mendapat pelatihan
kemiliteran dengan focus untuk mendapatkan / membentuk sikap disiplin selama 8
(delapan) bulan di daerah Kelapa Dua oleh institusi militer. Dalam tahapan ini
para calon penerbang masih ada kemungkinan gugur dari keikut sertaannya sebagai
peserta pendidikan penerbang bila dinilai tidak lulus pendidikan disiplin
kemiliteran.
Setelah lulus dari Kelapa Dua barulah kakak mengikuti pendidikan penerbang
sipil di asrama curug.
Saya melihat hasil dari pendidikan yang dilakukan oleh Garuda dengan sistim
tersebut menelurkan penerbang-penerbang sipil yang handal pada era tahun-tahun
tersebut dan banyak juga yang kemudian berkiprah sebagai penerbang mancanegara
selepas dari garuda.
salam,
csd
deronda <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
USULAN:
Saya tidak setuju disilipin militeristik dihilangkan. Cuma
bagaimana kalau sebelum masuk IPDN harus masuk wajib militer dulu selama 2
tahun yang dibina TNI AD kita, di tempat terpisah? Kita contohi Korea Selatan
dan Singapura.
Lalu setelah itu tinggal model perkuliahan umum saja selanjutnya di IPDN sama
seperti perguruan tinggi lainnya.
Jadi yang mendisiplin itu orang terlatih bukan senior-seniornya!
Salam,
Daniel
---------------------------------
Be a PS3 game guru.
Get your game face on with the latest PS3 news and previews at Yahoo! Games.
[Non-text portions of this message have been removed]