Mbak Niken ... koq kedengarannya sedih banget ya? Jangan sedih dong Mbak. Siapa
sih orang yang bilang bahwa anak Indonesia itu tidak pintar dan lemah dalam
menyerap suatu pembelajaran? Orang itu koq bodoh banget ya??
Tidak ada seorangpun yang terlahir tidak pintar. Jika semua anak Indonesia
mendapat kesempatan yang optimal, pastilah pintarnya akan mengalahkan yang
paling pintar (hehehe). Coba mbak bayangkan anak Indonesia yang di tepi pantai,
mereka sering makan ikan, pasti asupan untuk otak mereka pun bagus (dalam segi
kesehatan). Namun jika itu tidak didukung kesempatan dalam hal pendidikan, ya
tetap saja pintarnya tidak bisa optimal.
Saya pikir kelemahan anak Indonesia hanyalah tidak pandai berbicara
mengungkapkan pendapat diri. Padahal jika mereka memiliki kemampuan
berkomunikasi yang baik, pasti kepintaran yang ada di otak mereka itu dapat
terkeluarkan dengan baik.
Kelemahan kedua (dan memang hanya dua menurut saya) adalah mereka selalu
ingin duduk di belakang. Mereka kurang berani tampil, mereka kurang aktif. Dari
pemikiran itulah saya ingin rutin menyelenggarakan lomba pidato untuk anak-anak
di desa saya, agar mereka berani dan mampu mengeluarkan isi kepala mereka.
Mungkin ada stasiun TV yang mau menyelenggarakan ini?? Hal ini dapat membuka
kesempatan bagi anak-anak yang bersuara kurang bagus (jadi tidak bisa ikut AFI
atau Indonesian Idol) juga yang berwajah kurang komersil (jadi tidak bisa ikut
ajang putri-putrian). Berilah kesempatan kepada anak-anak lain yang mampu di
bidang lain. Bukankah Howard Gardner mengatakan ada tujuh kecerdasan? Bagaimana
jika stasiun televisi membuat tujuh macam ajang itu??
Bagaimana pendapatnya Pak Satrio Arismunandar - Trans TV??
Hal yang sama pula pada kesehatan.
Semua orang bisa sehat. Sang Pencipta telah menciptakan sistem tubuh untuk
keseimbangan diri dalam menghadapi kondisi apapun.
Pemulung sampah makan dengan tangan kotor tidak sakit perut. Pengemis
berjalan tanpa alas kaki tidak masalah. Orang eskimo hidup di hawa yang sangat
sangat dingin tidak masalah.
Namun begitu pola makan dan pola hidup kita salah (tubuh tidak tegap, makan
tidak teratur, tidak gerak badan, makan terlalu pedas, diet mati-matian, makan
berlebih, sering marah, sering memaki, kurang minum, banyak makan lemak, dll),
itulah kesehatan mulai tidak terjaga.
Jadi mbak Niken, tidak ada satupun anak Indonesia yang tidak pintar. Jika
mbak bisa memberikan kesempatan kepada anak pemulung yang ada di wilayah mbak
untuk bisa sekolah, maka pasti ia bisa menjadi seperti kawannya yang lulusan
dari Santa Ursula atau Pelita Harapan. Boleh diuji kebenaran pendapat aku ini
mbak.
Salam sukses untuk semua anak Indonesia.
niken_here <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Saya bangga ketika anak-anak Indonesia ternyata tidak kalah dengan
anak-anak dari bangsa lain. saya bangga ketika anak-anak Indonesia
berhasil meraih prestasi dunia dan mengharumkan nama bangsa di belahan
dunia lain. peraih nobel fisika, drumer cilik, pianis cilik, dan masih
banyak lagi.
tapi saya sakit hati ketika banyak orang yang mengatakan bahwa
sebenarnya anak Indonesia itu tidak pintar...mereka lemah dalam
menyerap suatu pembelajaran. hanya 30% saja yang bisa mereka serap
ketika sedang dalam proses belajar mengajar. apa benar begitu?
saya juga sakit hati ketika ada orang yang mengatakan bahwa pemenang
nobel fisika hanyalah sebuah kamuflase. karena sebenarnya gambaran
yang ada bahwa anak Indonesia ada juga yang pintar ternyata tidak
mewakili sepenuhnya gambaran anak-anak indonesia dalam bidang pendidikan.
lebih sakit hati lagi ketika anak-anak indonesia yang berbakat tidak
betul-betul diperhatikan oleh pemerintah...
apa benar begitu?
---------------------------------
8:00? 8:25? 8:40? Find a flick in no time
with theYahoo! Search movie showtime shortcut.
[Non-text portions of this message have been removed]