Seandainya saja almarhum Ibu Anda dulu, alih-alih dinikahkan pada usia 12, 
memperoleh kesempatan menyelesaikan sekolah menengah, mengenyam pendidikan di 
perguruan tinggi dan jadi sarjana, serta memanfaatkan keahliannya untuk menjadi 
perempuan pekerja Tanpa harus melahirkan anak sampai 8 orang), kira-kira 
almarhum akan mempertimbangkan peluang ini dengan serius atau tidak ya?
 
Rentang zaman antara masa ketika almarhum Ibu Anda kanak-kanak dan masa kini 
ketika terjadi si Kyai menikahi 3 anak gadis usia 12 tahun adalah rentang masa 
1 abad lebih. Nggak kena jika konteks zaman almarhum dibanding-bandingkan 
dengan zaman sekarang, ketika peluang buat perempuan untuk memilih yang terbaik 
bagi dirinya sendiri sudah sangat terbuka.
 
manneke

--- On Fri, 10/24/08, rzain <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: rzain <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Kiai Nikahi Bocah 12 Tahun
To: [email protected]
Received: Friday, October 24, 2008, 8:07 PM






Bagaimana dengan fakta ini?

Alm ibu saya menikah ketika berumur 12 tahun, melahirkan ketika umur 13,
selanjutnya 8 kali melahirkan semuanya besekolah, 3 0rang menjadi guru 2
orang sarjana S2. Sang Ibu wafat dalam umur 107 tahun.

Salah satu anaknya setammat Sekolah Guru Bantu umur 13 tahun menuikah
dengan gadis 12 tahun, langsung hidup berdua karena ditugaskan jauh dai
kampungnya. Anak2nya berhasil, tertua S1 bersuamikan S3, yang kedua, SMA
bersuamikan S3, ketiga Brigjen, keempat S1, kelima S2, keenam SMA
bersuamikan S3 Prof, Ketujuh S2 bersuamikan S3.

Perbedaan sekarang tingkat kedewasaan berubah dari 12 ke 18 tahun,
mungkin karena pengaruh budaya dan pendidikan. Dulu seorang guru berumur
13 tahun di kampung yang semuanya buta huruf dianggap sudah pemimpin dan
dapat memutuskan di suatu komunitas pedesaan, wanita berumur 12 tahun
sudah dianggap dewasa karena tidak banyak kesibukan selain membantu ibu
mengurus rumah tangga atau pekerjaan orang dewasa lainnya dus sudah
memasuki kegiatan dewasa.

Sekarang kedewasaan sudah berubah, pendidikan tertinggi sampai di desa2
setingkat SMA, kegiatan bermain berlanjut sampai umur 15an atau lebih
sehingga laki2 baru dianggap layak menikah setelah berumur 20 sedangkan
perempuan 18 tahun. Karena diluar kebiasaan maka pernukahan di Semarang
dianggap sensasi dan nyeleneh.

rzain

 














      __________________________________________________________________
Yahoo! Canada Toolbar: Search from anywhere on the web, and bookmark your 
favourite sites. Download it now at
http://ca.toolbar.yahoo.com.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke