Yep saya setuju, anak saya menikah ketika sudah 30 tahun, saya menikahi
isteri saya ketika berumur 20 tahun meskipun menjadi sarjana ketika
sudah 58 tahun. Zaman berbeda.


--- In [email protected], manneke budiman
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Seandainya saja almarhum Ibu Anda dulu, alih-alih dinikahkan pada usia
12, memperoleh kesempatan menyelesaikan sekolah menengah, mengenyam
pendidikan di perguruan tinggi dan jadi sarjana, serta memanfaatkan
keahliannya untuk menjadi perempuan pekerja Tanpa harus melahirkan anak
sampai 8 orang), kira-kira almarhum akan mempertimbangkan peluang ini
dengan serius atau tidak ya?
>
> Rentang zaman antara masa ketika almarhum Ibu Anda kanak-kanak dan
masa kini ketika terjadi si Kyai menikahi 3 anak gadis usia 12 tahun
adalah rentang masa 1 abad lebih. Nggak kena jika konteks zaman almarhum
dibanding-bandingkan dengan zaman sekarang, ketika peluang buat
perempuan untuk memilih yang terbaik bagi dirinya sendiri sudah sangat
terbuka.
>
> manneke

Kirim email ke