Pak rzain...

alm ibu anda seorang yang luar biasa, mampu mendidik 8 anak yang semuanya hebat
saya yakin ibu anda dan anak2nya berjuang keras untuk mencapai hasil yang 
mengagumkan
tapi tidak semua orang seperti ibu anda
Kalo bill gates drop out dari Harvard lalu malah sukses dengan microsoft nya, 
bukan berarti anda meminta anak anda untuk drop out juga kan, karena tidak 
semua orang seperti bill gates

Anda bayangkan si ulfa yang berumur 12 tahun ini, sudah jadi GM di perusahaan 
pujiono itu dan meninggalkan sekolahnya di SMP kelas 1
Apa menurut anda bisa sukses dengan karbitan seperti itu?
Menurut anda ulfa ini lebih bahagia menjadi GM daripada menghabiskan masa 
kanak2nya secara normal? Menikmati hidupnya sesuai dengan hakekat umurnya?


salam,
andidj



  ----- Original Message ----- 
  From: rzain 
  To: [email protected] 
  Sent: Saturday, October 25, 2008 7:07 AM
  Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Kiai Nikahi Bocah 12 Tahun


  Bagaimana dengan fakta ini?

  Alm ibu saya menikah ketika berumur 12 tahun, melahirkan ketika umur 13,
  selanjutnya 8 kali melahirkan semuanya besekolah, 3 0rang menjadi guru 2
  orang sarjana S2. Sang Ibu wafat dalam umur 107 tahun.

  Salah satu anaknya setammat Sekolah Guru Bantu umur 13 tahun menuikah
  dengan gadis 12 tahun, langsung hidup berdua karena ditugaskan jauh dai
  kampungnya. Anak2nya berhasil, tertua S1 bersuamikan S3, yang kedua, SMA
  bersuamikan S3, ketiga Brigjen, keempat S1, kelima S2, keenam SMA
  bersuamikan S3 Prof, Ketujuh S2 bersuamikan S3.

  Perbedaan sekarang tingkat kedewasaan berubah dari 12 ke 18 tahun,
  mungkin karena pengaruh budaya dan pendidikan. Dulu seorang guru berumur
  13 tahun di kampung yang semuanya buta huruf dianggap sudah pemimpin dan
  dapat memutuskan di suatu komunitas pedesaan, wanita berumur 12 tahun
  sudah dianggap dewasa karena tidak banyak kesibukan selain membantu ibu
  mengurus rumah tangga atau pekerjaan orang dewasa lainnya dus sudah
  memasuki kegiatan dewasa.

  Sekarang kedewasaan sudah berubah, pendidikan tertinggi sampai di desa2
  setingkat SMA, kegiatan bermain berlanjut sampai umur 15an atau lebih
  sehingga laki2 baru dianggap layak menikah setelah berumur 20 sedangkan
  perempuan 18 tahun. Karena diluar kebiasaan maka pernukahan di Semarang
  dianggap sensasi dan nyeleneh.

  rzain



   

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke