Kalau fungsi(atau sasaran)-nya adalah meningkatkan kualitas sekolah dan proses belajar mengajar, maka transportasi ke sekolah (kemudahan sarana atau akses ke sekolah) hanya merupakan SALAH SATU variabel yang harus diperhitungkan (mungkin perannya tidak terlalu tinggi). Kalau transportasi sebagai suatu variabel dilihat secara independen, maka format yang optimalnya adalah apabila nilainya nol atau tidak ada transportasi, misalnya dengan sistem asrama di sekolah. Agak kurang optimal misalnya kalau jarak transportasinya disebut dekat, dan disebut tidak optimal kalau transpornya jauh. Yang jelas, rayonisasi semata-mata hanya merupakan format untuk mengatasi masalah transportasi ini. Nah dari transportasi yang optimal atau nilainya mendekati nol, maka sebagian (hanya sebagian) tujuan pendidikan diasumsikan telah diberi variabel dengan nilai nol atau mendekati nol (sempurna). Karena rayonisasi berkaitan langsung dengan masalah transportasi, tentu peran rayonisasi dalam meningkatkan kualitas sekolah dan proses belajar mengajar hanya akan kecil saja. Kalau belum-belum masalah rayonisasi dituntut untuk meningkatkan kualitas sekolah, tentu tidak relevan atau mungkin kurang signifikan atau kurang relevan. Rayonisasi hanya akan relevan untuk kaitan masalah transportasi. Jadi, kebijakan Pemda DKI yang memajukan jam sekolah untuk kelancaran transportasi, menurut saya adalah KEBIJAKAN YANG SALAH. Tetapi memajukan jam sekolah untuk menfasilitasi kemudahan transport anak-anak ke sekolah - rasanya kok tidak ada salahnya. Lalu, orang tua yang menyekolahkan anaknya ke sekolah yang jauh, boleh dikatakan 'mengorbankan' anaknya. Kalau orang tua mengambil alasan sekolah favorit, ini tidak perlu dipikirkan-lah. Tentang sekolah swasta yang tidak mungkin masuk ke sistem rayonisasi, rasanya belum tentu juga. Tetapi yang mungkin agak kesulitan masuk adalah sekolah-sekolah kejuruan, mengingat jumlahnya yang tidak sebanyak sekolah menengah umum. Ini masalah baru yang harus dipertimbangkan.
Terima kasih/WK ----- Original Message ----- From: manneke budiman To: [email protected] Sent: Friday, December 19, 2008 9:09 AM Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re:"Rekor Dunia" Jam Masuk Sekolah Intinya,kalo mau rayonisasi, itu tujuannya haruslah meningkatkan kualitas sekolah dan proses belajar-mengajar, bukan untuk tujuan mengurangi kemacetan lalu-lintas. Kalo kebijakannya tak campur-aduk dan fokusnya jelas, rasionalnya pun bisa dirumuskan dengan jelas. Orang protes pasti ada, tinggal rasional yang melatarbelakangi kebijakan itu yang harus dibuat solid, sehingga setiap keberatan dapat dijawab dengan efektif dan konkrit. Tentu saja ini hanya dapat diberlakukan untuk sekolah negeri. Sekolah swasta tidak mungkin masuk dalam sistem ini. manneke
