Intinya,kalo mau rayonisasi, itu tujuannya haruslah meningkatkan kualitas sekolah dan proses belajar-mengajar, bukan untuk tujuan mengurangi kemacetan lalu-lintas. Kalo kebijakannya tak campur-aduk dan fokusnya jelas, rasionalnya pun bisa dirumuskan dengan jelas. Orang protes pasti ada, tinggal rasional yang melatarbelakangi kebijakan itu yang harus dibuat solid, sehingga setiap keberatan dapat dijawab dengan efektif dan konkrit. Tentu saja ini hanya dapat diberlakukan untuk sekolah negeri. Sekolah swasta tidak mungkin masuk dalam sistem ini. manneke
--- On Thu, 12/18/08, w.kasman <[email protected]> wrote: From: w.kasman <[email protected]> Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: "Rekor Dunia" Jam Masuk Sekolah To: [email protected] Received: Thursday, December 18, 2008, 2:19 AM mBak Rini, bagaimana kalau diusulkan agar Pemda DKI mengeluarkan kebijakan agar rayonisasi sekolah diperketat dan diusahakan agar transportasi anak sekolah tidak lebih dari satu kali naik kendaraan dan itupun tidak terlalu jauh. Dengan kebijakan ini maka anak sekolah yang berada di luar range rayonisasi harus dipindahkan ke sekolah yang dekat. Kebijakan ini akan mengurangi derajat pengorbanan bagi anak-anak sekolah dalam hal nanti sekolah masuk jam 06.30. Tetapi kalaupun nanti kebijakan rayonisasi dilaksanakan secara ketat juga tidak urung pasti ada yang protes. Misalnya, demi mengejar sekolah favorit maka akan marah kalau rayonisasi diperketat. Lalu, yang mampu menyediakan fasilitas antar jemput pribadi - tentu juga akan marah kalau dipaksa melakukan rayonisasi. Kemudian, kalau tinggalnya di luar DKI tetapi memaksa sekolah di DKI pasti juga akan ribut. Salam/WK
