Idenya KUNO semua tapi Anda kaga becus njawab satupun dari ide-ide itu. Malah ngeluh capek dan pusing. Yang kuno itu jangan-jangan framework berpikir yang Anda pakai, Pak. Terus aja bisanya nostalgia tentang nasib malang Anda yang "dipermainkan" kebijakan tahun 1960-an dan 1970-an, seolah-olah seluruh dunia mesti mengasihani Anda. Ini tahun 2000-an, Boss. Kalo udah gini aja, bisa dengan enaknya ngomong: "bisanya nyalahin orang lain." Emang posting-posting Anda di milis ini tentang berbagai isu nggak pernah nyalahin orang lain? Kok tiba-tiba jadi suci gini? Dulu kita debat saya yang ngeyel supaya kita lihat diri sendiri dan mulai dari diri sendiri. Dan apa yang Anda lakukan saat itu? Sambil mengejek, Anda katakan bahwa kita mesti nuntut pemerintah, sebab mereka dibayar, dipilih, bertugas cari solusi, bla bla bla bla bla. Kini Anda bilang kami "bisanya nyalahin orang lain"? Kayanya Anda udah harus minum Gibolan nih biar kaga gampang pikun. Gak, kami gak butuh harus ada yang tanggung jawab menyimpulkan lalu kirim ke dprd, pemda dan segala omong kosong lain. Kami cuma mau manfaatkan milis ini untuk menyampaikan penentangan kami terhadap kebijakan tolol Pemda DKI. Itu gunanya milis ini: untuk menyampaikan pendapat, bukan untuk jadi think-thank Pemda kaya DTK yang cuma bisa membeo itu. manneke
--- On Sat, 12/20/08, Haniwar Syarif <[email protected]> wrote: From: Haniwar Syarif <[email protected]> Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: "Rekor Dunia" Jam Masuk Sekolah To: [email protected] Received: Saturday, December 20, 2008, 7:26 PM cuma kasihan aja pak.. kalau para penentang merasa punya ide se abreg. padahal idenya kuno semua ada yg memang gak bisa jalan spt pembatasan kendaraan, krn bykan weweang Pemda, ada yg memang sdh easuk dlm rencana .. tapi ya masih nunggu waktu spt krt di bawah tanah, ERP , Memang salah pemda kali kurang sosialisasi soal apa yg mrk mau buat. memang lebih enak nyalahin orang lain.. Saya bayangkan .. ada ygtanggung jawab nyimpulkan.. ., lalu kirim ke pemda dan dprd.. barangkali aja di jawab , HS
