Assalamu alaikum Wr. Wb.
Untuk dik Kukuh & seluruh anggota milis,
Saya termasuk yg tdk lulus seleksi utk ngisi jabatan di 
kppn prima. Tapi, spt yg anda katakan bukan berarti saya 
tidak bermutu. Saya memang sudah 'bermutu' (bermuka tua) 
krn usia jg sdh diatas 50 thn. Terlepas dari lulus ato 
tdk, yg anda katakan ada juga benarnya, yg lulus bukan 
berarti yg terbaik dan yg gagal jg tdk berarti punya bakat 
korup.  Jujur aja, stlh pengumuman test tahap II kppn 
prima, sms yg dikirim ke saya bukan main banyaknya. Isinya 
aneh-aneh. Mantan teman di wilayah timur bahkan ada yg 
tanya : "pak, koq malah kapal keruk malah lulus, ya?". 
Kita justru berpikir positif aja, mudah2an stlh jadi ka 
kppn atau apapun jabatannya di kppn prima, yg punya 
penyakit 'suka minum air laut' jadi sembuh. Sebab, 
biasanya mrk yg abis minum air laut justru akan makin 
merasa haus. Soal laskar2 yg tergusur itu problem yg tidak 
mudah ngatasinya. Tapi sdh wktnya jg kita hrs brani usul 
kpd pimpinan agar yg duduk di kursi yg ngurus SDM agar 
org2 yg tidak punya mslh kepribadian. Jg, orgnya tidak 
memandang seolah dia pusat dr putaran dunia. Hrs menyadari 
kalau dia bagian dr putaran dunia. Gede Prama bilang, 
gelar ssorg di bidang tertentu tdk slalu identik dia ahli 
menangani mslh di bidang tsb.
Waktu awal komputerisasi SPM tahun 88-89, Pak Abduh sbg 
Sekretaris DJA jg punya karakter 'development approach' yg 
tinggi. Aturan yg kaku dibongkar. Tapi soal SDM beliau 
hati-hati. Usul saya utk tetap memanfaatkan mantan-mantan 
juru ketik SPM (umumnya kary gol I) sbg operator apl SPM 
juga disetujui agar tdk menimbulkan mslh akibat mrk 
kehilangan job. Implementasi apl SPM jg bertahap, Jkt, 
Bdg, seluruh KPN tipe A, KPN tipe B di Jawa, dst. Apl SPM 
pun dikembangkan dlm 3 modul desain, apl SPM DOS (stand 
alone), apl SPM Xenix (multi user) dan apl SPM 
terintegrasi (LAN). Penerapannya apl-apl ini 
mempertimbangkan kondisi infrastruktur KPN setempat. 
Contoh : Pada saat itu listrik di KPN Mana masih tdk pasti 
hidupnya. Makanya diinstal apl SPM DOS. Begitu pula dgn 
KPN Pacitan, walau di Jawa tapi infrasruktur tdk 
mendukung. Tahun 90an, jalan menuju kota Pacitan, baik 
dari arah Ponorogo maupun dari arah Surakarta, parah 
sekali. Sdg jalan yang dari Wonosari blm nyambung.
Mungkin krn skrng jamannya serba ingin cepat (instant), 
apl apa saja yg dibuat teman2 di pusat inginnya saat itu 
jg digunakan oleh sluruh KPPN. Kita yg ada di desa memang 
lebih baik pasrah. Kata eyang saya : Trimo ing pandum. 
Sedang kalo kata pak Badar : The show must go on..!
Oke dik Kukuh & anggota milis lainnya. Met kerja n met 
puasa. Ingat, puasa itu saat paling pas utk kita berwisata 
ke dalam diri. Pejamkan mata, kosongkan pikiran dari 
kungkungan nafsu dan ketahuilah, dengan mata terpejam 
kadang kita dpt melihat lebih jauh n lebih banyak.
   
Wass. Wr. Wb,


Bagus K.

On Sun, 23 Sep 2007 07:49:04 -0700 (PDT)
  kukuh widya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Ayo.. temen.. temen.....
> mungkin inilah waktunya kita berbuat sesuatu demi korp 
>kita yang gonjang ganjing ini..
> mau diapakan, dikemanakan.... mereka.. temen temen kita 
>yg ketiban abu nih...
> 
> karena pada kenyataannya temen temen yang ndak masuk 
>KPPN percontohan adalah bukan berarti tidak bermutu...
> hanya karena ndak lulus test saja mereka harus minggir..
> pada kenyataannya banyak mereka yg ndak lulus, ndak ikut 
>test, atau ndak diikutkan test.... punya integritas yg 
>baik di DJPBN...
> 
> banyak dari mereka.. terutama teman teman angkatan muda, 
>punya etos kerja yg bagus, loyalitas tinggi, kemampuan 
>tekhnis yang mumpuni, ...(bukan b.arti angkatan lama ndak 
>ada lhooo...) sebelum digulirkan namanya reformasi 
>birokrasi atau apapun namanya.... ternyata mereka sudah 
>bersih diri..
> mereka juga tidak mau nerima duwit dari mana.... apalagi 
>amplop... sedangkan uang lembur dari kantor pun banyak y

Kirim email ke