Assalamu'alaikum Wr. Wb. Boleh nimbrung ya.. Saya berpendapat bahwa tunjangan isteri dan tunjangan anak dapat dirapel dan berlaku surut, tentu tunjangan2 tersebut melekat pada gaji mulai si pegawai melaksanakan tugas, dengan syarat tunjangan isteri dan anak dapat dirapel apabila di dalam Nota BKN Pengangkatan CPNS yang diterbitkan BKN telah mencantumkan jumlah isteri (eh maaf nama isteri) dan jumlah anak. Aturan mainnya saya lupa tapi sewaktu saya d KPKN pernah mengalami hal seperti ini..
Terima kasih Wassalamu'alaikum Wr.Wb. --- In [email protected], ABU FALIH <soetan_mo...@...> wrote: > > Rekan-rekan yang saya hormati, > > Adakah Rekan mempunyai SE DJA 210/1969...? > > Saya ingin memastikan, bagaimana jika seorang diangkat sebagai CPNS dalam > keadaan sudah menikah (diakui dalam Formulir Penetapan NIP dari BKN) dan > sudah mempunyai anak. Apakah dalam pengajuan Gaji Susulan yang dirapel, > Tunjangan Istri/Suami dan Tunjangan Anak dapat dibayarkan (dirapel) atau > dengan kata lain berlaku surut. > > Terima kasih > > > Poerwanto >

