Ibu Lili,
Sambil menunggu persiapan pertemuan, boleh kita lanjutkan diskusi kita. Ada
pertanyaan saya menyangkut soal keppres 100/1993 dan 71/1993. Saya tidak
tahu apakah Keppres 71/1993 masih berlaku. Kelihatannya ada hal yang sangat
istimewa dalam keppres 71, dan tercantun dalam pasal 9 tentang hak-hak
istimewa dan kekebalan. Dalam ayat 3, berbunyi:
"Anggota staf Center akan kebal terhadap hak-hak hukum dan proses resmi,
termasuk penangkapan dan penahanan yang berhubungan dengan tindakan-tindakan
yang mereka lakukan di dalam urusan dinas. Mereka juga akan memperoleh
kekebalan ....... dst"
ayat 4:
"Tempat dan kekayaan Center dan arsip-arsipnya, di mana saja berada tidak
akan diganggu gugat dan akan kebal terhadap penggeledahan, perampasan,
penyitaan, pengambilan alih dan bentuk campur tangan lainnya, baik oleh
tindakan pelaksana, administrasi, hukum maupun peraturan."
Saya tidak tahu apakah perjanjian internasional akan selalu mencantumkan
klausul demikian. Kalau ada lembaga internasional, yang memiliki hak
istimewa seperti di atas, dalam bekerja di Indonesia, dan kebetulan hak-hak
itu bersinggungan dengan otoritas LIPI, apakah itu tidak menyusahkan LIPI,
terutama dalam menjaga lalu lintas penelitian dan akibat-akibatnya?.
Ibu pasti paham, bahwa Keppres 71/1993 adalah Keppres yang mengesahkan
"Agreement Between The Government of The Republic of Indonesia and The
Center for International Forestry Resaerch.."
salam,
Bambang Ryadi Soetrisno
-----Original Message-----
From: Hira D.G. <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 07 Agustus 2000 20:14
Subject: Re: [lingkungan] Soal DNA Penyu lagi
>Rahmad,
>
>Trima kasih, kita tunggu TORnya. Mohon jangan lupa mencatat mereka-mereka
>yang minta ikutan (rekan dari Kalbar dan juga simpul Kehati Jawa-Bali).
>Kelihatannya ini dapat menjadi pekerjaan rumah yang rumit dan perlu kerja
>jangka panjang.
>
>Terima kasih mas Harry yang menyediakan media ini sehingga kita bisa
>berembug
>
>Salam
>hira
>
>----------
>> From: Dwi R. Muhtaman <[EMAIL PROTECTED]>
>> To: [EMAIL PROTECTED]
>> Subject: Re: [lingkungan] Soal DNA Penyu lagi
>> Date: Sunday, August 06, 2000 5:41 AM
>>
>> Kawan-kawan milis lingkungan,
>>
>> Kami akan coba untuk membuat TOR untuk pertemuan itu dan akan menghubungi
>> Anda semua dan beberapa lembaga yang bersedia menyediakan fasilitas.
>> Bentuknya kelihatannya workshop supaya ada hasil yang kongkrit. TOR akan
>> segera saya kirim dan mohon komentarnya nanti.
>>
>>
>> Salam,
>>
>> Rahmad.-
>>
>>
>> At 08:13 PM 8/3/00 +0700, you wrote:
>> >Teman-teman,
>> >
>> >Diskusi ini semakin menarik dan akan menjadi cikal bakal kita berbuat
>> >sesuatu untuk menyelamatkan biodiversity kita. REkan dari LATIN saya
>pikir
>> >akan segera memfasilitasi pertemuan. Nah usul saya ada yang merangkum
>> >diskusi kita selama ini untuk dijadikan titik tolak perundingan kita
>> >nantinya. Ada beberapa agenda yang dapat kita bahas:
>> >
>> >1. Prosedur ijin penelitian dan penyimpanan sampel
>> >2. Kebijakan dalam bidang bioprospeksi (ada atau tidak, apakah cukup
>kuat)
>> >3. Apa yang perlu dilakukan agar penelitian tetap jalan demi kepentingan
>> >nasional dan masyarakat, dan bagaimana mengawasinya.
>> >4. Peran lembaga seperti LIPI, PKA, LSM dll.
>> >
>> >Salam
>> >Hira
>> >
>> >----------
>> >> From: Pak Subijanto <[EMAIL PROTECTED]>
>> >> To: [EMAIL PROTECTED]
>> >> Subject: Re: [lingkungan] Soal DNA Penyu lagi
>> >> Date: Thursday, August 03, 2000 12:46 PM
>> >>
>> >> Indonesia negara megabiodiversity (yang serba maha dalam
>keanekaragaman
>> >> hayati, kecuali taxonomist). Mampukah LIPI menangani sendirian, bahkan
>> >'case
>> >> by case' setiap permohonan penelitian. Pekerjaan sangat berat buat
>LIPI
>> >dan
>> >> Ibu Liliek, juga beban berat buat mendorong dunia penelitian
>> >biodiversitas
>> >> Indonesia. Jangan sampai LIPI jadi 'bottle neck' penelitian
>biodiversitas
>> >> karena sistem review dan perijinan yang terpusat ini (sementara
>pencurian
>> >> material biodiversitas dilakukan dengan sangat mudah dan murah).
>Dengan
>> >> demikian LIPI, dan biodiversitas Indonesia (dan kita) perlu
>pertolongan.
>> >> Johannes Subijanto
>> >>
>> >> ----- Original Message -----
>> >> From: Siti Nuramaliati Prijono <[EMAIL PROTECTED]>
>> >> To: <[EMAIL PROTECTED]>
>> >> Cc: <[EMAIL PROTECTED]>
>> >> Sent: Thursday, August 03, 2000 10:19 AM
>> >> Subject: Re: [lingkungan] Soal DNA Penyu lagi
>> >>
>> >>
>> >> > Tanggapan untuk email dari Sdr. Bambang Ryadi Soetrisno (Bag. III):
>> >> > Sdr. Bambang.R.S,
>> >> > Izin kegiatan penelitian dikeluarkan oleh LIPI tetapi dalam
>> >mengeluarkan
>> >> > ijin penelitian tersebut LIPI dibantu oleh Tim Koordinasi yang
>> >> > beranggotakan wakil-wakil dari Departemen dan instansi pemerintah
>yang
>> >> > secara tetap dan langsung terkait sebagai anggota tetap. Selain
>anggota
>> >> > tetap tersebut, keanggotaan tim koordinasi dapat ditambah dengan
>> >> > wakil-wakil dari Departemen atau instansi pemerintah yang terkait
>> >lainnya
>> >> > sesuai dengan kebutuhan serta permasalahannya yang dihadapi, sebagai
>> >> > anggota tidak tetap. Tim koordinasi mengadakan pertemuan sedikitnya
>> >> sebulan
>> >> > sekali atau sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan. Jadi, dalam hal
>ini
>> >> > penentuan ijin penelitian bukan berdasarkan keputusan LIPI tetapi
>> >> > berdasarkan pertimbangan dan keputusan tim koordinasi, meskipun ijin
>> >> > penelitian tersebut dikeluarkan oleh LIPI. Sekali lagi saya
>sampaikan,
>> >> yang
>> >> > memerlukan ijin penelitian tidak hanya WWF atau kelompok pencinta
>alam
>> >> > atau Universitas dll., tetapi kami dari Puslitbang yang ada di bawah
>> >LIPI
>> >> > apabila sebagai 'Scientific Counterpart' peneliti asing, juga harus
>> >> > melalui prosedur yang sama yang ditentukan oleh LIPI (pusat) untuk
>> >> > memperoleh ijin penelitian yang dikeluarkan oleh LIPI. Adanya
>> >> aturan-aturan
>> >> > tersebut, seringkali LIPI juga kecolongan, apalagi kalau
>aturan-aturan
>> >> yang
>> >> > mengikat tersebut tidak ada?
>> >> >
>> >> > Terimakasih dan salam,
>> >> > Lili Prijono
>> >> >
>> >> >
>> >> > --
>> >> > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>> >> > For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>> >> > Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
>> >> >
>> >> >
>> >> >
>> >> >
>> >> >
>> >> >
>> >>
>> >>
>> >> --
>> >> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>> >> For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>> >> Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
>> >>
>> >>
>> >>
>> >>
>> >
>> >--
>> >To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>> >For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>> >Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
>> >
>> >
>> >
>> >
>>
>>
>> --
>> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>> For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>> Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
>>
>>
>>
>>
>
>--
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
>
>
>
>
>
--
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/