Hira dan teman-teman . . .
Kami di Pontianak sudah ada beberapa diskusi kecil tentang masalah
bioprospeksi dan biopirasi. rencana akan ada semiloka minggu ke 3 agustus,
dan kegiatan inipun difasilitasi LATIN juga.
Mungkin masalah pokoknya hanyalah masalah Software (Peraturan perundangan)
baik Pemerintah Pusat maupun Daerah dan Masyarakat dan Kedua adalah
Hardwarenya.
LIPI dan PKA untuk 27-1 Propinsi di Indonesia . . .?
Perpanjangan tangan LIPI di daerah . . . ? Mungkin perlu di pikirkan
Pengawas di Lapangan . . .? Masyarakat mungkin salah satu atau mungkin
satu-satunya alternatif . . . ?
Kan tinggal capacity building . . . berbagai peraturan pemanfaatan di
masyarakat tinggal difasilitasi legitimated nya . . .
LIPI tidak perlu sibuk
PKA tidak perlu konflik dengan masyarakat . .
Mungkin ini beberapa pemikiran dari diskusi di Pontianak.
Sep'z, Cassia Lestari
----- Original Message -----
From: Hira D.G. <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, August 03, 2000 8:13 PM
Subject: Re: [lingkungan] Soal DNA Penyu lagi
> Teman-teman,
>
> Diskusi ini semakin menarik dan akan menjadi cikal bakal kita berbuat
> sesuatu untuk menyelamatkan biodiversity kita. REkan dari LATIN saya pikir
> akan segera memfasilitasi pertemuan. Nah usul saya ada yang merangkum
> diskusi kita selama ini untuk dijadikan titik tolak perundingan kita
> nantinya. Ada beberapa agenda yang dapat kita bahas:
>
> 1. Prosedur ijin penelitian dan penyimpanan sampel
> 2. Kebijakan dalam bidang bioprospeksi (ada atau tidak, apakah cukup kuat)
> 3. Apa yang perlu dilakukan agar penelitian tetap jalan demi kepentingan
> nasional dan masyarakat, dan bagaimana mengawasinya.
> 4. Peran lembaga seperti LIPI, PKA, LSM dll.
>
> Salam
> Hira
>
> ----------
> > From: Pak Subijanto <[EMAIL PROTECTED]>
> > To: [EMAIL PROTECTED]
> > Subject: Re: [lingkungan] Soal DNA Penyu lagi
> > Date: Thursday, August 03, 2000 12:46 PM
> >
> > Indonesia negara megabiodiversity (yang serba maha dalam keanekaragaman
> > hayati, kecuali taxonomist). Mampukah LIPI menangani sendirian, bahkan
> 'case
> > by case' setiap permohonan penelitian. Pekerjaan sangat berat buat LIPI
> dan
> > Ibu Liliek, juga beban berat buat mendorong dunia penelitian
> biodiversitas
> > Indonesia. Jangan sampai LIPI jadi 'bottle neck' penelitian
biodiversitas
> > karena sistem review dan perijinan yang terpusat ini (sementara
pencurian
> > material biodiversitas dilakukan dengan sangat mudah dan murah). Dengan
> > demikian LIPI, dan biodiversitas Indonesia (dan kita) perlu
pertolongan.
> > Johannes Subijanto
> >
> > ----- Original Message -----
> > From: Siti Nuramaliati Prijono <[EMAIL PROTECTED]>
> > To: <[EMAIL PROTECTED]>
> > Cc: <[EMAIL PROTECTED]>
> > Sent: Thursday, August 03, 2000 10:19 AM
> > Subject: Re: [lingkungan] Soal DNA Penyu lagi
> >
> >
> > > Tanggapan untuk email dari Sdr. Bambang Ryadi Soetrisno (Bag. III):
> > > Sdr. Bambang.R.S,
> > > Izin kegiatan penelitian dikeluarkan oleh LIPI tetapi dalam
> mengeluarkan
> > > ijin penelitian tersebut LIPI dibantu oleh Tim Koordinasi yang
> > > beranggotakan wakil-wakil dari Departemen dan instansi pemerintah
yang
> > > secara tetap dan langsung terkait sebagai anggota tetap. Selain
anggota
> > > tetap tersebut, keanggotaan tim koordinasi dapat ditambah dengan
> > > wakil-wakil dari Departemen atau instansi pemerintah yang terkait
> lainnya
> > > sesuai dengan kebutuhan serta permasalahannya yang dihadapi, sebagai
> > > anggota tidak tetap. Tim koordinasi mengadakan pertemuan sedikitnya
> > sebulan
> > > sekali atau sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan. Jadi, dalam hal ini
> > > penentuan ijin penelitian bukan berdasarkan keputusan LIPI tetapi
> > > berdasarkan pertimbangan dan keputusan tim koordinasi, meskipun ijin
> > > penelitian tersebut dikeluarkan oleh LIPI. Sekali lagi saya sampaikan,
> > yang
> > > memerlukan ijin penelitian tidak hanya WWF atau kelompok pencinta
alam
> > > atau Universitas dll., tetapi kami dari Puslitbang yang ada di bawah
> LIPI
> > > apabila sebagai 'Scientific Counterpart' peneliti asing, juga harus
> > > melalui prosedur yang sama yang ditentukan oleh LIPI (pusat) untuk
> > > memperoleh ijin penelitian yang dikeluarkan oleh LIPI. Adanya
> > aturan-aturan
> > > tersebut, seringkali LIPI juga kecolongan, apalagi kalau aturan-aturan
> > yang
> > > mengikat tersebut tidak ada?
> > >
> > > Terimakasih dan salam,
> > > Lili Prijono
> > >
> > >
> > > --
> > > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> > > For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> > > Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> >
> >
> > --
> > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> > For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> > Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
> >
> >
> >
> >
>
> --
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
>
>
>
>
>
--
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/