Masih  diskusi soal DNA,
Kepada Sdr. N. Rasyid,  seperti yang  saya jelaskan dalam email sebelumnya
bahwa untuk jenis-jenis satwa yang dilindungi dan yang masuk dalam daftar
Appendix CITES akan mudah mengontrolnya karena selalu minta rekomendasi
dari LIPI, tetapi untuk jenis satwa lainnya seringkali sulit dikontrol.
Mengenai ijin penelitian melalui LIPI cukup lama, karena harus ada
pertemuan terlebih dahulu dengan departemen atau lembaga yang terkait untuk
memutuskan  suatu penelitian tersebut diijinkan atau tidak. Jadi ijin
penelitian dikeluarkan oleh LIPI yang berdasarkan keputusan Tim Koordinasi.
Menurut saya, yang perlu disorot  bisa Departemen/Universitas/Lembaga
termasuk lembaga Eykman.
Tanggungjawab akan kelestarian sumberdaya hayati adalah tanggungjawab kita
semua. LIPI hanya memerankan sebagian kecil saja.  Seringkali kesalahan
dibebankan ke LIPI. LIPI telah berusaha meningkatkan kemampuan beberapa
staf pengajar dari beberapa Universitas yang ada di daerah untuk mengikuti
pelatihan bidang taksonomi di  LIPI (dana hibah dari GEF/Bank Dunia).  LIPI
sedang berupaya untuk mendapatkan lagi dana hibah, agar  pelatihan terhadap
pengenalan keanekaragaman hayati semakin diperluas, selain staf pengajar di
Universitas,  Guru, LSM juga masyarakat di daerah. Selanjutnya  dengan dana
hibah tersebut akan dilakukan kegiatan inventarisasi dan monitoring
keanekaragaman hayati termasuk pelatihannya  yang  melibatkan masyarakat di
daerah. LIPI berharap agar Pusat-pusat studi keanekaragaman hayati yang ada
di Universitas di daerah akan mempunyai peran yang penting. Melalui dana
hibah tersebut, direncanakan setiap daerah (sebagai percontohan, akan
dipilih beberapa daerah dulu yang telah siap) mempunyai pusat informasi
keanekaragaman hayati di daerahnya. Mudah-mudahan  proposal yang diajukan
LIPI tersebut bisa sukses untuk mendapatkan  dana hibah.
O, ya.. mengenai usul saya untuk mengadakan diskusi mengenai aturan untuk
akses ke sumberdaya genetik  pada tgl.  29  Agustus 2000  di Balitbang
Zoologi, Puslitbang Biologi-LIPI di Cibinong belum ada yang menanggapi?
Apakah ada usul mengenai tempat dan waktunya atau saran lainnya? Kalau
setuju, siapa yang berminat?

Terimakasih dan salam,
Lili Prijono



--
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/





Kirim email ke