Rahmad, 

Trima kasih, kita tunggu TORnya. Mohon jangan lupa mencatat mereka-mereka
yang minta ikutan (rekan dari Kalbar dan juga simpul Kehati Jawa-Bali).
Kelihatannya ini dapat menjadi pekerjaan rumah yang rumit dan perlu kerja
jangka panjang. 

Terima kasih mas Harry yang menyediakan media ini sehingga kita bisa
berembug

Salam
hira

----------
> From: Dwi R. Muhtaman <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [lingkungan] Soal DNA Penyu lagi
> Date: Sunday, August 06, 2000 5:41 AM
> 
> Kawan-kawan milis lingkungan,
> 
> Kami akan coba untuk membuat TOR untuk pertemuan itu dan akan menghubungi
> Anda semua dan beberapa lembaga yang bersedia menyediakan fasilitas.
> Bentuknya kelihatannya workshop supaya ada hasil yang kongkrit.  TOR akan
> segera saya kirim dan mohon komentarnya nanti.
> 
> 
> Salam,
> 
> Rahmad.-
> 
> 
> At 08:13 PM 8/3/00 +0700, you wrote:
> >Teman-teman, 
> >
> >Diskusi ini semakin menarik dan akan menjadi cikal bakal kita berbuat
> >sesuatu untuk menyelamatkan biodiversity kita. REkan dari LATIN saya
pikir
> >akan segera memfasilitasi pertemuan. Nah usul saya ada yang merangkum
> >diskusi kita selama ini untuk dijadikan titik tolak perundingan kita
> >nantinya. Ada beberapa agenda yang dapat kita bahas: 
> >
> >1. Prosedur ijin penelitian dan penyimpanan sampel
> >2. Kebijakan dalam bidang bioprospeksi (ada atau tidak, apakah cukup
kuat)
> >3. Apa yang perlu dilakukan agar penelitian tetap jalan demi kepentingan
> >nasional dan masyarakat, dan bagaimana mengawasinya. 
> >4. Peran lembaga seperti LIPI, PKA, LSM dll. 
> >
> >Salam
> >Hira
> >
> >----------
> >> From: Pak Subijanto <[EMAIL PROTECTED]>
> >> To: [EMAIL PROTECTED]
> >> Subject: Re: [lingkungan] Soal DNA Penyu lagi
> >> Date: Thursday, August 03, 2000 12:46 PM
> >> 
> >> Indonesia negara megabiodiversity (yang serba maha dalam
keanekaragaman
> >> hayati, kecuali taxonomist). Mampukah LIPI menangani sendirian, bahkan
> >'case
> >> by case' setiap permohonan penelitian. Pekerjaan sangat berat buat
LIPI
> >dan
> >> Ibu Liliek, juga beban berat buat mendorong dunia penelitian
> >biodiversitas
> >> Indonesia. Jangan sampai LIPI jadi 'bottle neck' penelitian
biodiversitas
> >> karena sistem review dan perijinan yang terpusat ini (sementara
pencurian
> >> material biodiversitas dilakukan dengan sangat mudah dan murah).
Dengan
> >> demikian LIPI,  dan biodiversitas Indonesia (dan kita) perlu
pertolongan.
> >> Johannes Subijanto
> >> 
> >> ----- Original Message -----
> >> From: Siti Nuramaliati Prijono <[EMAIL PROTECTED]>
> >> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> >> Cc: <[EMAIL PROTECTED]>
> >> Sent: Thursday, August 03, 2000 10:19 AM
> >> Subject: Re: [lingkungan] Soal DNA Penyu lagi
> >> 
> >> 
> >> > Tanggapan untuk email dari Sdr. Bambang Ryadi Soetrisno (Bag. III):
> >> > Sdr. Bambang.R.S,
> >> > Izin kegiatan penelitian dikeluarkan oleh LIPI tetapi dalam
> >mengeluarkan
> >> > ijin penelitian tersebut LIPI dibantu oleh Tim Koordinasi yang
> >> > beranggotakan  wakil-wakil dari Departemen dan instansi pemerintah
yang
> >> > secara tetap dan langsung terkait sebagai anggota tetap. Selain
anggota
> >> > tetap tersebut, keanggotaan tim koordinasi dapat ditambah dengan
> >> > wakil-wakil dari Departemen atau instansi pemerintah yang terkait
> >lainnya
> >> > sesuai dengan kebutuhan serta permasalahannya yang dihadapi, sebagai
> >> > anggota tidak tetap. Tim koordinasi mengadakan pertemuan sedikitnya
> >> sebulan
> >> > sekali atau sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan. Jadi, dalam hal
ini
> >> > penentuan ijin penelitian bukan berdasarkan keputusan LIPI tetapi
> >> > berdasarkan pertimbangan dan keputusan tim koordinasi, meskipun ijin
> >> > penelitian tersebut dikeluarkan oleh LIPI. Sekali lagi saya
sampaikan,
> >> yang
> >> > memerlukan ijin penelitian tidak hanya WWF atau  kelompok pencinta
alam
> >> > atau Universitas dll., tetapi kami dari Puslitbang yang ada di bawah
> >LIPI
> >> > apabila sebagai 'Scientific Counterpart' peneliti asing,  juga harus
> >> > melalui prosedur yang sama yang  ditentukan oleh LIPI (pusat) untuk
> >> > memperoleh ijin penelitian yang dikeluarkan oleh LIPI. Adanya
> >> aturan-aturan
> >> > tersebut, seringkali LIPI juga kecolongan, apalagi kalau
aturan-aturan
> >> yang
> >> > mengikat tersebut tidak ada?
> >> >
> >> > Terimakasih dan salam,
> >> > Lili Prijono
> >> >
> >> >
> >> > --
> >> > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> >> > For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> >> > Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
> >> >
> >> >
> >> >
> >> >
> >> >
> >> >
> >> 
> >> 
> >> --
> >> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> >> For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> >> Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
> >> 
> >> 
> >> 
> >> 
> >
> >--
> >To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> >For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> >Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
> >
> >
> >
> >
> 
> 
> --
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
> 
> 
> 
> 

--
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/





Kirim email ke