On Wed, Jun 21, 2006 at 06:40:13PM +0700, adi wrote: > On Wed, Jun 21, 2006 at 10:01:53AM +0700, beast wrote: > > Tapi user base tsb susah dikendalikan dan susah ditebak arahnya. begitu ada > > beda prinsip sedikit pasti bikin fork, kalau perlu bikin hw tandingan (open > > hardware). lagi pula , sekali commit ke "open source" harus selamanya > > begitu, > > kalau tdk di cap sbg free rider. spt kata steve balmer, gpl itu spt kanker. > > itu ndak bagus buat bisnis =) > > opensource yang mana? kalau orang baca tulisan anda letterlijk, jelas salah > besar. tapi kalau anda ganti opensource dengan freesoftware, mungkin benar. > dan justru itu masalahnya.
dari kacamata pebisnis: open source = good GPL = bad karena produk turunannya bisa dibuat proprietary alias dijual lagi. > > setahu saya, semua pengembangan perangkat lunak, harus diikuti oleh > pengembangan > pengguna (promosi/advokasi). kalau ini tidak ingin dilakukan. ekspektasinya > seperti apa? contohnya saya buat program xxx. dgn GUI yg menarik targetnya pasti SOHO yg tentunya males tahu detail ttg underlying technology. pangsanya sudah jelas disitu, user maunya "get the stuff done". pasti nantinya ada bbrp org customer (minoritas) yg komplain knp tdk conform ke rfc/open standard etc (get the stuff right). jika di kabulkan maunya, nanti komplain lagi, knp sourcenya tdk dibuka etc, jika dikabulkan lagi nanti bikin fork dan akhirnya semua customer akan lari ke versi yg gratis ini. mau hidup dr support? well, dream on :-) jadi advokasi untuk mrk yg minoritas tsb implikasinya besar thd kelangsungan usaha, padahal kontribusi mrk kecil sekali thd pemasukan. --beast -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

