On Mon, Jun 19, 2006 at 10:17:55PM +0700, fade2blac wrote:
> Kalau khusus yang terjadi disekitar kita, mungkin pilihan ke opensource
> bukan karena faktor UUD, tapi memang mungkin salah satu sebabnya adalah
> istilah itu yang pertama kali didengar, ditambah dengan penjelasan
> semangat software bebas, jadi seolah-olah keduanya adalah binatang yang
> sama.

di Indonesia sebenarnya wacananya belum sampai pada pengembangan software,
ada tetapi tidak banyak. maksudnya  gini: selama masih gratis, mengapa tidak.
tidak perduli itu opensource(tm) atau freesoftware(tm).

> Sukanya kok nglawan aja :-) sekali-kali kompromi gitu hehehe. Gimana
> kalau frasanya diganti gini: 

wah .. untuk bagaimana wording yang baik, terus terang saya kurang begitu
peduli. kenyataan bahwa freesoftware memerangi kapitalisme/monopoli
di bidang software itu kenyataan. bukan soal wording. mbok digeledah :-)

in the real world, tetap harus realistis. misal, kita lagi butuh analisis
data kategorikal yang cukup kompleks. sedangkan program yang tersedia, hanya
jalan di bawah platform windows, dan itu pun tidak gratis, tidak ada source,
tidak free. mau nunggu versi dengan lisensi GPL :P jadi bukan soal apache/php
saja.

sekarang kembali ke soal hutan belantara opensource, satu contoh lagi,
kebanyakan orang tidak tahu misalnya, untuk tidak mencantumkan nama
'apache', atau 'kannel', dalam quotation mereka. di sisi yang lain,
sebenarnya keterbukaan source dalam dua perangkat lunak itu pun sebenarnya
bukan mainstream.

rule of thumb (seperti yang dianjurkan FSF), gunakan GPL selagi ada.

kompromi itu penggembosan, sadar/tidak, suka atau tidak suka. misalnya
soal binary only driver, bukan hanya linux saja yang refots, bahkan
pengelola dragonflybsd pun mengeluh. sementara, vendor 'malas' mengelola
drivernya untuk selalu uptodate, dan menyerahkan support pada komunitas.
betul tidak? padahal, kalau bersatu, dengan scheme yang win-win bagi
semua (freesoftware), semakin banyak pengikut (promotion) semakin kuat
bargaining. coba kalau pengguna SAS/PC 100% pakai linux, pasti besok
sudah ada port SAS/PC ke linux. walaupun tetap saja bukan GPL.

oh iya, saudara sepupu kompromi itu kooptasi.  tidak semua saudara sepupu
itu baik. kalau gitu, ingat-ingat selalu istilah 'reformasi' di negara ini.
nanti akan jadi ngerti :-)

Salam,

P.Y. Adi Prasaja


-- 
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke