Klo menghapi maslah itu, gini mas/Mbak/Pak/Bu 1. Interopeksi dulu. Jangan sekali2 menvonis siapa yang salah sebelum interopeksi. 2. Menghadap ke KK secara baik2, jangan emosi, (Colling Down Men, kira2 tulisannya bener g ya?). Ngendiko ingkang sopan, ngagem unggah ungguh lan toto kromo. Tanya apa keslahan kita menurut versi KK n gmna m'perbaikinya. Klo g berani atau grogi sendirian minta ditemenin(bisa pelaksana, korpel, ato kasi) 3. Berdoa mas, smoga daya n upaya kita berhasil. 4. NRIMO, apapun keputusan KK trima dengan Legowo seagengipun samudero
--- In [email protected], fahd badrun <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Ada pertanyaan niy, bagaimana kalo ada Kepala Kantor > yang menolak tanda tangan rekomendasi pegawainya untuk > menjadi CPNS ????? > > Karena ada kejadian yang menimpa teman saya seperti > itu saat ini (apa lg cm karena masalah > sepeleh....!!!!!!) > > > > > > amirsyahya <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Memprihatinkan melihat nasib > > junior-junior yang sudah melaksanakan > > tugas di daerah-daerah tetapi belum mendapatkan > > kejelasan status > > CPNS. Walaupun mereka mendapatkan tunjangan > > kegiatan yang merupakan > > komponen dari TKPKN, namun hal ini belumlah cukup > > untuk memenuhi > > kebutuhan minimal mereka apalagi untuk meningkatkan > > kinerja. Apalagi > > di banyak daerah2 tertentu, harga2 lebih mahal > > dibanding harga normal. > > Ada beberapa hal yang mungkin perlu dipertimbangkan > > oleh pemegang > > otoritas kepegawaian mengenai nasib para kader muda > > DJPBN tersebut, > > antara lain: > > > > 1. Menempatkan pegawai tanpa NIP dan tanpa > > kepastian kapan akan > > diangkat tidak akan memberi efek yang positif bagi > > kaderisasi dan > > tidak sesuai dengan lingkungan kerja PNS, karena > > seyogyanya yang > > bekerja secara formal melayani masyarakat adalah > > mereka yang memiliki > > otorisasi, dalam hal ini adalah PNS. > > > > 2. Menempatkan mereka di daerah2 tanpa penghasilan > > yang semestinya > > bisa menjadi kontra produktif terhadap usaha > > pemerintah meningkatkan > > kinerja dan memerangi KKN. Di daerah2 tertentu > > biasanya harga-harga > > lebih mahal karena faktor distribusi. Para pegawai > > yang dituntut > > bekerja optimal namun tidak dapat memenuhi > > kebutuhan normalnya > > apalagi yang merupakan ujung tombak keluarga (yang > > diharapkan > > membantu keluarga) bisa saja mempunyai > > kecenderungan untuk memenuhi > > kebutuhannya dengan melakukan KKN. KKN untuk > > sekadar memenuhi > > kebutuhannya saja mungkin tidak akan berdampak > > besar pada citra > > kantor, tetapi hal ini bisa menjadi suatu kebiasaan > > yang makin lama > > makin besar dan sulit dihilangkan yang akhirnya > > menjadi KKN karena > > kebiasaan yang akan merusak citra DJPBN. > > > > 3. Seorang CPNS telah mempunyai hak untuk > > mendapatkan asuransi > > kesehatan (ASKES). Hal ini sangat membantu seorang > > pegawai bila > > sewaktu-waktu dalam keadaan sakit, apalagi > > memerlukan pengobatan > > dengan biaya yang cukup besar seperti harus > > diopname. Apalagi di > > daerah2 tertentu masih terdapat penyakit2 endemik > > seperti Malaria, > > Rabies, Typus dsb. yang bisa saja menyerang pegawai > > yang baru tiba > > ditempat tersebut. Pegawai baru yang ditempatkan di > > daerah2 sangat > > rentan terkena penyakit2 endemik tersebut (semacam > > reorientasi/pengenalan lingkungan). Tanpa adanya > > status CPNS/NIP, > > para pegawai baru tidak dapat membuat kartu ASKES > > yang dapat > > memberikan perlindungan yang cukup memadai apabila > > terserang penyakit > > atau terjadi kecelakaan dalam rangka melaksanakan > > tugasnya. > > > > 4. Seorang CPNS hanya digaji 80% dan tidak serta > > merta dapat diangkat > > menjadi PNS. CPNS merupakan masa percobaan. Bila > > yang bersangkutan > > dengan standar penilaian tertentu (transparant dan > > jelas), ataupun > > selama CPNS melakukan hal2 yang tercela, atau > > formasi PNS yang tidak > > ada, CPNS tersebut bisa saja tidak menjadi PNS. > > > > Tidak ada salahnya dan tidak ada ruginya bila > > memberikan kejelasan > > status (CPNS) bagi pegawai2 baru yang akan > > diterjunkan ke "medan > > perang" melaksankan tugas2 DJPBN di daerah2. Dengan > > kejelasan status > > tersebut, para CPNS akan memperoleh penghasilan > > yang relatif > > mencukupi/memadai selama di daerah dan memiliki > > perlindungan (ASKES) > > sehingga dapat bekerja dengan tenang dan optimal. > > Selain itu para > > CPNS juga akan berusaha maksimal memberikan > > kemampuan yang terbaik > > agar dapat diangkat menjadi PNS. > > > > Satu hal lagi, coba sejenak kita meresapi apa yang > > mereka > > para "balon" rasakan. Bayangkan saat kita menjadi > > balon pegawai di > > suatu daerah yang belum pernah kita kunjungi dengan > > harapan menjadi > > PNS. Bayangkan saat itempat tersebut saat sedang > > melaksanakan tugas > > tiba2 badan kita meriang dan panas dingin terkena > > Malaria. Setelah > > diperiksa ternyata terkena malaria stadium 4 dan > > harus diopname. Apa > > yang bisa dilakukan sang Balon? Gaji belum memadai, > > askes pun tidak > > punya. Bayangkan bagaimana bila hal seperti ini > > menimpa anak2 kita, > > saudara kita, bahkan diri kita sendiri. > > Bayangkanlah!!! > > > > Just For Better DJPBN: > > > > > > > > > > > > > > --------------------------------- > > Sekarang dengan penyimpanan 1GB > > http://id.mail.yahoo.com/ > > > > [Non-text portions of this message have been > > removed] > > > > > > > > > ________________________________________________________ > Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! > http://id.yahoo.com/ >
