Mas Risfan ysh,

Memang benar bahwa yang paling banyak mendapatkan adalah para freeman yang saat 
ini menjadi penguasa lokal. Justru disini saya juga melihat bahwa ada sebuah 
hubungan simbiose dan anehnya para mafioso tersebut sangat di backup oleh 
partai. Seperti yang terjadi di jogja kelompok2 partai tradisional dan besar 
cenderung mempunyai sayap dan ini mereka inilah sebenarnya yang menjadi freeman 
tersebut. Memang sih saat ini sudah ada usaha dari beberapa sayap tersebut yang 
masuk pada bisnis yang lebih formal, tetapi sebagian besar mereka pada bisnis 
yang abu2.

Saya pernah mencoba melakukan negosiasi dengan salah satu sayap (garis 
hijau-maaf tidak bisa saya sebutkan namanya kecuali teman2 ingin secara private 
bisa saya sampaikan) mereka merupakan backup dari kegiatan 303 (perjudian). 
Waktu saya minta mereka berhenti mem-backup mereka mengatakan wah kalau 
disiapkan kegiatan pengganti dia bersedia. Mereka juga memberi usulan kalau 
bisa membuat pasar elektronik yang berbasis klithikan. Karena itulah waktu itu 
kegiatan klithikan di sepanjang jalan Dip[onegoro dibiarkan dan akhirnya 
dibuatkan pasar secara lebih khusus.

Disana menurut pengalaman saya adalah saling kesepahaman akan menciptakan 
keseimbangan dan setiap masyarakat akan men-chop untuk mereka. Tentang 
penyeimbangan perolehan kita bisa lakukan melalui infiltrasi dan persuasi.

Salam

bambang sp

 

 

Kirim email ke