Raymond, Mas Bayu Aji, dkk lainnya ysh.

Perkembangan terakhir diskusi kita tentang 'resep de Soto': ada yang
menanyakan penerapannya di kawasan hutan... Salah satu diantaranya saya
kopikan di bawah. Mungkin ada yang bisa kasih tanggapan lebih lanjut?

 

Sekedar pembanding, saya lampirkan sebuah artikel yang relevan (terima kasih
pada Rikardo yang telah berbagi artikel ini).

 

Salam,

ryz

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of
Raymond Michael
Sent: 18 Agustus 2009 17:41
To: [email protected]
Subject: Re: [IKA-UI] Menguji Tesis de Soto: Mau?

 

  

weks... bagaimana dengan hutan yg kata nenek moyang ga boleh diganggu.
tidak ada yg memiliki kan? trus proses legal formalnya gimana? kalo ga di
legalkan dipake buat hph, hth, dan hh lainnya

emond

__.-----------

 

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Bayu
Aji
Sent: 18 Agustus 2009 10:05
To: [email protected]
Subject: Re: [LISI] RE: [AMAN] Menguji Tesis de Soto: Mau?

 

  

sepertinya amat menarik membaca prolog diskusi ini. tetapi sebelum terlalu
mendalam, bagaimana saya bisa membaca tesis djaka soehendera yang
menganggumkan itu?
 
sekedar kesan membaca prolog diskusi ini, melibatkan orang miskin dalam
pembangunan melalui penguatan kapital (jika mereka punya aset: tanah) adalah
cara liberal meningkatkan kesejahteraan. jika tujuannya untuk mengurangi
kemiskinan itu sendiri maka tesis de soto itu bisa dianggap ceroboh.
berbagai pertanyaan yang dilontarkan dalam  diskusi ini menggambarkan
kecerobohan itu. misalnya, sebagaimana juga yang terungkap dalam tesis djaka
soehendera, pada akhirnya orang yang tidak miskin akan lebih diuntungkan
dalam kompetisi terbuka ketimbang orang yang miskin. menurutku,
penjelasannya bukan terletak pada aspek kultural yang seolah-olah ingin
mengatakan bahwa orang miskin tidak mempunyai budaya kompetisi secara
terbuka dan sangat ketat itu tetapi lebih pada akses. ditransformasikannya
aset menjadi kapital sebagaimana tesis de soto itu tidak otomatis
meningkatkan akses pada setiap orang yang berbeda. nilai atau besarnya
kapital yang dimiliki oleh
orang-orang yang berbeda di dalam struktur sosial masyarakat kapitalis pada
kenyataannya diikuti oleh penguasaan akses yang berbeda pula. hal inilah
yang menjerumuskan tesis de soto itu ke dalam diferensiasi sosial yang lebih
tajam.
 
dalam wilayah kajian yang berbeda, penjelasan ini juga sedang saya
kembangkan untuk meneliti pergeseran paradigma pengelolaan hutan yang sedang
berlangsung di departemen kehutanan dari timber management ke social
forestry terkait dengan kemiskinan penduduk di daerah up land. 
 
mohon komentarnya untuk analisis ini.
 
salam, bayu.   
 



Kirim email ke