Pak Fadjar, 'proximity' anda kelihatannya sudah mulai membuka satu instrumen
kunci 'spatial justice', yaitu
harga<http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/7576>.
Mohon anda toleh diskusi2 tahun lalu, dan mengeksplor instrumen kunci
lainnya. Salam.

-ekadj

2010/5/2 <[email protected]>

>
>
>   Pak Nuzul dan sahabat-sahabat referensiers ysh,
>
> Sekali lagi saya mohon maaf karena ternyata ada kalimat saya yang tidak
> sempurna dan kehilangan beberapa kata, terutama pada kalimat yang dikutip
> oleh Pak Nuzil di bawah.
>
> “Ketidak-adilan tersebut menjadi apabila perbandingannya dilakukan terhadap
> proporsi penghasilan yang digunakan/dibelanja kan untuk air dimana kelompok
> masyarakat miskin di  Padasuka tadi ternyata membelanjakan sekitar 15-25 %
> penghasilannya untuk "biaya air" (seingat saya), sementara kelompok
> masyarakat berpenghasilan menengah dan tinggi yang dilayani PDAM umumnya
> hanya membayar antara 0,5-3,0 % penghasilannya untuk "biaya air".
>
> Semestinya kalimat tersebut adalah:
>
> "Ketidak-adilan tersebut menjadi *semakin terasa* apabila dst.. dst...."
>
> Jadi dalam kalimat paragraf tersebut, saya hanya ingin memperlihatkan
> karakteristik dari suatu ketidak-adilan yang dialami oleh masyarakat miskin
> di Padasuka Bandung akibat tidak tersedianya layanan air bersih sehingga
> mereka membayar biaya air yang lebih tinggi daripada biaya air yang
> dibayarkan oleh kelompok masyarakat lain yang bertempat tinggal di kawasan
> yang mendapat layanan air bersih. Biaya yang lebih tinggi ini diperlihatkan
> oleh nilai rupiah yang harus dibayarkan untuk mendapatkan sejumlah air yang
> sama, maupun secara proporsional terhadap pendapatannya. Dimana
> ketidak-adilan tersebut tidak hanya sangat terkait dengan karakteristik
> wilayahnya, tetapi juga terhadap proses-proses yang mempengaruhi
> karakteristik wilayah tersebut.
>
> Mungkin segitu aja dulu Pak. Terima kasih dan salam hangat juga,
>
> Fadjar Undip
>
>
> --- En date de : *Dim 2.5.10, Nuzul Achjar <[email protected]>* a écrit :
>
>
> De: Nuzul Achjar <[email protected]>
> Objet: Re: Efha [referensi] Spatial justice..
> À: [email protected]
> Date: Dimanche 2 mai 2010, 17h42
>
>
>
>  Rekan Fadjar,
> Saya coba ambil satu paragraf posting rekan Fadjar untuk coba kita
> diskusikan lebih jauh tentang konsep “justice” dan “equity”:
>
> Fadjar: “Ketidak-adilan tersebut menjadi apabila perbandingannya dilakukan
> terhadap proporsi penghasilan yang digunakan/dibelanja kan untuk air dimana
> kelompok masyarakat miskin di  Padasuka tadi ternyata membelanjakan
> sekitar 15-25 % penghasilannya untuk "biaya air" (seingat saya), sementara
> kelompok masyarakat berpenghasilan menengah dan tinggi yang dilayani PDAM
> umumnya hanya membayar antara 0,5-3,0 % penghasilannya untuk "biaya air".
>
> NA: Perbedaan % pengeluaran kelompok masyarakat untuk air bersih relatif
> terhadap pengeluaran total rasanya bukan pada aspek “ketidakadilan” . Ini
> searah dengan apa yang disampaikan oleh Referensiers sebelumnya bahwa bahwa
> keadilan tidak harus sama rata dan sama rasa. Makanya ukuran Gini Koefisien
> tidak mengacu langsung pada “justice” tapi pada “equity”. Yang dibandingkan
> adalah variabel persentase pengeluaran air bersih menurut kelompok
> masyarakat miskin, sedang, dan tinggi à perbandingan horizontal. Spatial
> equity adalah perbandingan horizontal variabel yang sama antar daerah
> (lokasi).
>
> Konsep “justice” katakanlah keadilan sosial, dapat dilihat dari beberapa
> variabel berbeda, antara lain, % orang miskin yang punya akses rumah sakit,
> pendidikan, rumah murah,  dll à perbandingan vertikal (rumah sakit,
> pendidikan, rumah murah, dll).
> Karena rekan Fadjar sudah mengatakan bahwa setiap “space” berbeda
> kondisinya, maka sulit membuat perbandingan vertikal untuk sampai pada
> kesimpulan “spatial justice”. Lha.. kan katanya “justice” harus dilihat
> proporsional. Tidak bisa kita berharap akan terjadi “spatial justice” antara
> domain daratan dan domain maritim. Yang ada barangkali indikasi adanya
> “spatial equity” atau “spatial inequity?”.
> Karen argumentasi saya masih perlu dukungan literatur maka saya katakan
> sajalah posting saya ini sebagai "just my three cents"  he he he..
>
> Salam hangat,
>
> Nuzul Achjar
>
>
>
> 
>

Kirim email ke