Betul Pak Andi.... John Rawls' Theory of Justice merupakan bacaan utama untuk mendalami perihal justice. Walau lebih berkonteks pada social justice, tapi saya yakin sangat bermanfaat untuk memahami konsep spatial justice dengan memberikan dasar pamahaman terhadap konsep justice itu sendiri..... Tapi cukup sulit untuk memahaminya Pak, karena butuh kemampuan bahasa Inggris tingkat tinggi he he he he... maklum buku ini agak condong ke filsafat justice kali ya... Sejujurnya, Pak.., saya masih agak kesulitan untuk memahaminya hua ha ha ha... BTW terima kasih Pak Andi.. Salam, Fadjar
--- En date de : Lun 3.5.10, [email protected] <[email protected]> a écrit : De: [email protected] <[email protected]> Objet: Re: Efha [referensi] Spatial justice.. À: [email protected] Date: Lundi 3 mai 2010, 18h45 Menyambung info dr pak andi, sy pernah lihat sdh ada edisi bahasa indonesianya. sy belum pasti apkah buku tsb berdasarkan revised edition atau buku terbitan yg lama.tks Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss... ! From: "Andi Oetomo" <[email protected]. ac.id> Date: Mon, 3 May 2010 18:40:50 +0700 To: <refere...@yahoogrou ps.com> Subject: RE: Efha [referensi] Spatial justice.. Selain yang disebut Bu Ida, ada juga buku bagus untuk tambah referensi di topic ini: Rawls, John. (1999). A Theory of Justice, Revised Edition. Massachusetts, The Belknap Press of Harvard university Press Cambridge. Silahkan…. Dibahas habis sampai lebih dari 500 halaman. Salam, AO From: refere...@yahoogrou ps.com [mailto:referensi@ yahoogroups. com] On Behalf Of i_gume...@yahoo. com Sent: Sunday, May 02, 2010 6:59 PM To: refere...@yahoogrou ps.com Subject: Re: Efha [referensi] Spatial justice.. Perdebatan ini mengingatkan saya pd buku bacaan wajib jaman saya S2 dulu, yaitu "equity and equality". Walaupun buku itu diterbitkan 25 tahun yg lalu, kayaknya masih relevan kalau kita bicara justice. Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss... ! From: Nuzul Achjar <ach...@gmail. com> Date: Sun, 2 May 2010 17:42:11 +0700 To: <refere...@yahoogrou ps.com> Subject: Re: Efha [referensi] Spatial justice.. Rekan Fadjar, Saya coba ambil satu paragraf posting rekan Fadjar untuk coba kita diskusikan lebih jauh tentang konsep “justice” dan “equity”: Fadjar: “Ketidak-adilan tersebut menjadi apabila perbandingannya dilakukan terhadap proporsi penghasilan yang digunakan/dibelanja kan untuk air dimana kelompok masyarakat miskin di Padasuka tadi ternyata membelanjakan sekitar 15-25 % penghasilannya untuk "biaya air" (seingat saya), sementara kelompok masyarakat berpenghasilan menengah dan tinggi yang dilayani PDAM umumnya hanya membayar antara 0,5-3,0 % penghasilannya untuk "biaya air". NA: Perbedaan % pengeluaran kelompok masyarakat untuk air bersih relatif terhadap pengeluaran total rasanya bukan pada aspek “ketidakadilan”. Ini searah dengan apa yang disampaikan oleh Referensiers sebelumnya bahwa bahwa keadilan tidak harus sama rata dan sama rasa. Makanya ukuran Gini Koefisien tidak mengacu langsung pada “justice” tapi pada “equity”. Yang dibandingkan adalah variabel persentase pengeluaran air bersih menurut kelompok masyarakat miskin, sedang, dan tinggi à perbandingan horizontal. Spatial equity adalah perbandingan horizontal variabel yang sama antar daerah (lokasi). Konsep “justice” katakanlah keadilan sosial, dapat dilihat dari beberapa variabel berbeda, antara lain, % orang miskin yang punya akses rumah sakit, pendidikan, rumah murah, dll à perbandingan vertikal (rumah sakit, pendidikan, rumah murah, dll). Karena rekan Fadjar sudah mengatakan bahwa setiap “space” berbeda kondisinya, maka sulit membuat perbandingan vertikal untuk sampai pada kesimpulan “spatial justice”. Lha.. kan katanya “justice” harus dilihat proporsional. Tidak bisa kita berharap akan terjadi “spatial justice” antara domain daratan dan domain maritim. Yang ada barangkali indikasi adanya “spatial equity” atau “spatial inequity?”. Karen argumentasi saya masih perlu dukungan literatur maka saya katakan sajalah posting saya ini sebagai "just my three cents" he he he.. Salam hangat, Nuzul Achjar

