Pak Benny dkk, boleh cerita sedikit tentang buku itu? Saya dapat info kalau ada buku baru Amartya Sen tentang "The Idea of Justice", coba saya cari. Salam.
--- In [email protected], beherma...@... wrote: > > Menyambung info dr pak andi, sy pernah lihat sdh ada edisi bahasa indonesianya.sy belum pasti apkah buku tsb berdasarkan revised edition atau buku terbitan yg lama.tks > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! > > -----Original Message----- > From: "Andi Oetomo" aoet...@... > Date: Mon, 3 May 2010 18:40:50 > To: [email protected] > Subject: RE: Efha [referensi] Spatial justice.. > > Selain yang disebut Bu Ida, ada juga buku bagus untuk tambah referensi di > topic ini: > > > > Rawls, John. (1999). A Theory of Justice, Revised Edition. Massachusetts, > The Belknap Press of Harvard university Press Cambridge. > > > > Silahkan . Dibahas habis sampai lebih dari 500 halaman. > > > > Salam, > > AO > > > > From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf > Of i_gume...@... > Sent: Sunday, May 02, 2010 6:59 PM > To: [email protected] > Subject: Re: Efha [referensi] Spatial justice.. > > > > > > Perdebatan ini mengingatkan saya pd buku bacaan wajib jaman saya S2 dulu, > yaitu "equity and equality". Walaupun buku itu diterbitkan 25 tahun yg lalu, > kayaknya masih relevan kalau kita bicara justice. > > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung > Teruuusss...! > > _____ > > From: Nuzul Achjar ach...@... > > Date: Sun, 2 May 2010 17:42:11 +0700 > > To: [email protected] > > Subject: Re: Efha [referensi] Spatial justice.. > > > > > > Rekan Fadjar, > > Saya coba ambil satu paragraf posting rekan Fadjar untuk coba kita > diskusikan lebih jauh tentang konsep "justice" dan "equity": > > Fadjar: "Ketidak-adilan tersebut menjadi apabila perbandingannya dilakukan > terhadap proporsi penghasilan yang digunakan/dibelanja kan untuk air dimana > kelompok masyarakat miskin di Padasuka tadi ternyata membelanjakan sekitar > 15-25 % penghasilannya untuk "biaya air" (seingat saya), sementara kelompok > masyarakat berpenghasilan menengah dan tinggi yang dilayani PDAM umumnya > hanya membayar antara 0,5-3,0 % penghasilannya untuk "biaya air". > > NA: Perbedaan % pengeluaran kelompok masyarakat untuk air bersih relatif > terhadap pengeluaran total rasanya bukan pada aspek "ketidakadilan". Ini > searah dengan apa yang disampaikan oleh Referensiers sebelumnya bahwa bahwa > keadilan tidak harus sama rata dan sama rasa. Makanya ukuran Gini Koefisien > tidak mengacu langsung pada "justice" tapi pada "equity". Yang dibandingkan > adalah variabel persentase pengeluaran air bersih menurut kelompok > masyarakat miskin, sedang, dan tinggi à perbandingan horizontal. Spatial > equity adalah perbandingan horizontal variabel yang sama antar daerah > (lokasi). > > Konsep "justice" katakanlah keadilan sosial, dapat dilihat dari beberapa > variabel berbeda, antara lain, % orang miskin yang punya akses rumah sakit, > pendidikan, rumah murah, dll à perbandingan vertikal (rumah sakit, > pendidikan, rumah murah, dll). > > Karena rekan Fadjar sudah mengatakan bahwa setiap "space" berbeda > kondisinya, maka sulit membuat perbandingan vertikal untuk sampai pada > kesimpulan "spatial justice". Lha.. kan katanya "justice" harus dilihat > proporsional. Tidak bisa kita berharap akan terjadi "spatial justice" antara > domain daratan dan domain maritim. Yang ada barangkali indikasi adanya > "spatial equity" atau "spatial inequity?". > > Karen argumentasi saya masih perlu dukungan literatur maka saya katakan > sajalah posting saya ini sebagai "just my three cents" he he he.. > > Salam hangat, > > Nuzul Achjar >

