Pak eka yth, maaf sy baru melihat buku tsb dan dalam waktu dekat belum berniat membacanya krn kayaknya rumit jg bahasa inggrisnya.buku edisi bhs inggris tsb sy lihat pd tahun 1994 di salah satu perpustakaan boss, dan makanya sy ndak yakin apkh edisi bhs indonesianya based on buku yg pernah yterlihat atau edisi yg disampaikan pak andi Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
-----Original Message----- From: "ffekadj" <[email protected]> Date: Tue, 04 May 2010 10:23:45 To: <[email protected]> Subject: Re: Efha [referensi] Spatial justice.. Pak Benny dkk, boleh cerita sedikit tentang buku itu? Saya dapat info kalau ada buku baru Amartya Sen tentang "The Idea of Justice", coba saya cari. Salam. --- In [email protected], beherma...@... wrote: > > Menyambung info dr pak andi, sy pernah lihat sdh ada edisi bahasa indonesianya.sy belum pasti apkah buku tsb berdasarkan revised edition atau buku terbitan yg lama.tks > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! > > -----Original Message----- > From: "Andi Oetomo" aoet...@... > Date: Mon, 3 May 2010 18:40:50 > To: [email protected] > Subject: RE: Efha [referensi] Spatial justice.. > > Selain yang disebut Bu Ida, ada juga buku bagus untuk tambah referensi di > topic ini: > > > > Rawls, John. (1999). A Theory of Justice, Revised Edition. Massachusetts, > The Belknap Press of Harvard university Press Cambridge. > > > > Silahkan…. Dibahas habis sampai lebih dari 500 halaman. > > > > Salam, > > AO > > > > From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf > Of i_gume...@... > Sent: Sunday, May 02, 2010 6:59 PM > To: [email protected] > Subject: Re: Efha [referensi] Spatial justice.. > > > > > > Perdebatan ini mengingatkan saya pd buku bacaan wajib jaman saya S2 dulu, > yaitu "equity and equality". Walaupun buku itu diterbitkan 25 tahun yg lalu, > kayaknya masih relevan kalau kita bicara justice. > > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung > Teruuusss...! > >_____ > > From: Nuzul Achjar ach...@... > > Date: Sun, 2 May 2010 17:42:11 +0700 > > To: [email protected] > > Subject: Re: Efha [referensi] Spatial justice.. > > > > > > Rekan Fadjar, > > Saya coba ambil satu paragraf posting rekan Fadjar untuk coba kita > diskusikan lebih jauh tentang konsep "justice" dan "equity": > > Fadjar: "Ketidak-adilan tersebut menjadi apabila perbandingannya dilakukan > terhadap proporsi penghasilan yang digunakan/dibelanja kan untuk air dimana > kelompok masyarakat miskin di Padasuka tadi ternyata membelanjakan sekitar > 15-25 % penghasilannya untuk "biaya air" (seingat saya), sementara kelompok > masyarakat berpenghasilan menengah dan tinggi yang dilayani PDAM umumnya > hanya membayar antara 0,5-3,0 % penghasilannya untuk "biaya air". > > NA: Perbedaan % pengeluaran kelompok masyarakat untuk air bersih relatif > terhadap pengeluaran total rasanya bukan pada aspek "ketidakadilan". Ini > searah dengan apa yang disampaikan oleh Referensiers sebelumnya bahwa bahwa > keadilan tidak harus sama rata dan sama rasa. Makanya ukuran Gini Koefisien > tidak mengacu langsung pada "justice" tapi pada "equity". Yang dibandingkan > adalah variabel persentase pengeluaran air bersih menurut kelompok > masyarakat miskin, sedang, dan tinggi à perbandingan horizontal. Spatial > equity adalah perbandingan horizontal variabel yang sama antar daerah > (lokasi). > > Konsep "justice" katakanlah keadilan sosial, dapat dilihat dari beberapa > variabel berbeda, antara lain, % orang miskin yang punya akses rumah sakit, > pendidikan, rumah murah, dll à perbandingan vertikal (rumah sakit, > pendidikan, rumah murah, dll). > > Karena rekan Fadjar sudah mengatakan bahwa setiap "space" berbeda > kondisinya, maka sulit membuat perbandingan vertikal untuk sampai pada > kesimpulan "spatial justice". Lha.. kan katanya "justice" harus dilihat > proporsional. Tidak bisa kita berharap akan terjadi "spatial justice" antara > domain daratan dan domain maritim. Yang ada barangkali indikasi adanya > "spatial equity" atau "spatial inequity?". > > Karen argumentasi saya masih perlu dukungan literatur maka saya katakan > sajalah posting saya ini sebagai "just my three cents" he he he.. > > Salam hangat, > > Nuzul Achjar >

