Muhamad Thohar Arifin <[EMAIL PROTECTED]> said: ## Thohar: > Dalam memahami ayat ini akan lebih jelas jika menyeluruh Mas, Artinya > kebenaran itu harus di gali dalam kontek surat tersebut. Dan telah jelas > di sebutkan dalam surat Al Bayinah tersebut kriteria sejelek jeleknya > maklhuk di hadapan Allah dan sebaik baiknya Makhluk di hadapan Allah . > Dalam surat yang ke tujuh jelas di terangkan bahwa "Those who have faith > and do righteous deeds; They are the best of creatures." atau dalam > bahasa indonesianya "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan > mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Jadi > kontek kebenaran di hubungkan dengan keimanan dan mengerjakan amal > sholeh. Jelas berbada dong antara orang yang mengerjakan hal baik > berdasarkan keimanan kepada Allah denganorang yang mengerjakan hal baik > yang tidak dalam kerangka keimanan. Jadi kebaikan yang dimaksud bukan > hal baik saja mas, tapi hal baik dalam kerangka ketaatan kepada Allah SWT.
Eko Raharjo: Saya tidak punya masalah dengan ayat 7 dari al-Bayinah. Tetapi saya punya masalah dengan penafsiran anda mengenai faith (iman). Nampaknya anda menterjemahkan iman dalam arti sempit yakni sebatas pengucapan kalimat sahadat dan mengerjakan ibadah. Saya memandang ibadat adalah suatu cara untuk menumbuhkan iman. Bukan suatu garansi bahwa iman seseorang menjadi tumbuh dengan rajin beribadah. Keimanan itu jauh lebih dalam dari sekedar ibadah. Ibadah seseorang bisa diitungi tapi keimanan seseorang itu tidak bisa diukur. Oleh karena sulit mengukur keimanan seseoranglah maka penilaian terhadap seseorang harus berdasar perbuatannya. Kalau perbuatan seseorang baik maka dia orang baik tanpa perduli apakah imannya cetek atau dalam. Kalau seorang korupsi maka harus dihukum meskipun sudah komplit menunaikan rukun Islam, katam al-Quran, namanya Akbar, Amin, ataupun DurRahman, Bahkan nabipun tidak mampu menilai keimanan seseorang. Oleh karena itu ketika seorang musuh dibawah ancaman pedang mengucapkan kalimat sahadat dan tentara Muslim mengatakan: bohong luh! Sang nabi berkata: ampunilah dia. Kejujuran nabilah (bahwa beliau tidak bisa mengetahui isi hati, keimanan, orang tsb) serta kemurahan hatinyalah yang menyelamatkan orang tsb. jadi bukan kalau seseorang sudah mengucapkan kalimat sahadat otomatis dia menjadi baik atau lebih baik dari yang tidak mengucapkan. Tentu saja ini merupakan opini saya, orang lain tidak harus setuju. Wassalam Eko Raharjo > Memang ttg Al wala wal Baro " berkasih kasihan sesama muslim dan > berlepas diri terhadap kafirin" ini masih belum di pahami secara > mendalam oleh umat islam dan cenderung terlupakan. Jadi lah umat islam > yang seperti buih di lautan. > TTg pemahaman bahwa Kaum kafirin ini adalah sejelek jeleknya ciptaan, > tidak berarti kita boleh seenaknya saja mendholimi mereka, menumpahkan > darah mereka, menyakiti mereka. Tidak Mas. Bahkan darah mereka pun > terlindungi dengan sarat tertentu. Al wala wal baro ini adalah konsep > islam yang sesungguhnya adil kalau mau dipahami dalam kontek toleransi > antar umat beragama. Toleransi yang senungguhnya, bukan toleransi lips > service saja. > Kemudian tentang konsep kafirun ( orang kafir) atau perbuatan yang > menyebabkan kekafiran ini perlu pembahasan secara khusu agar kita tidak > mudah menuduh, bahwa si a itu kafir si B itu kafir. Tapi ada ilmunya > yang komprehensife yang tidak asal menuduh, tapi konsep pengkafiran > dengan dalil atau dasar hukum yang jelas. > Dan saya juga tidak menyalahkan kalau ada anggapan bahwa islam itu > ajarannya salah, wong yang menganggap ajaran islam itu salah toh masih > buta tentang islam, masih belum berusaha untuk mengerti ttg islam yang > sesungguhnya. > Begitu jawaban saya. > > Sekali lagi forum ini adalah diskusi jadi ada thesis dan anti thesis > yang harus di uji. Jadi syah saja kalau mas eko bikin thesis dan saya > bikin antithesis. Dan yang mau meramaikan saya berharap berkepala dingin > dan berhati yang lapang. Karena toh ini juga proses pembelajaran. > > wasalam > thohar > Eko Raharjo wrote: > > >Muhamad Thohar Arifin <[EMAIL PROTECTED]> said: > > > > > > > > > >>/Mas eko ingat meski orang orang kanada yang tidak beragama islam itu > >>menjalankan semua kaidah kaidah islam, tapi tidak berarti bahwa mereka > >>lebih berharga dihadapan Allah dari pada buruh buruh kasar di pasar yang > >>masih menajga sholat, berpuasa dan membayar zakat ( QS Al Bayinah ayat 6 > >>fan 7 /*[6]* Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan > >>orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam; mereka kekal di > >>dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. *[7]* Sesungguhnya > >>orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah > >>sebaik-baik makhluk/.) > >> > >> > > > >Eko Raharjo: > >Sebelum melanjutkan diskusi ini saya ingin menyampaikan > >beberapa hal. Pertama-tama saya menghargai kejujuran dik Thohar. > >Bagi saya kalaupun ada kesalahan orang yang jujur tak layak > >dipersalahkan. Kedua saya memuji keterbukaan anda. Sebab > >keterbukaan merupakan itikad baik dalam berdiskusi. Keterbukaan > >adalah juga sendi utama dari komunikasi ilmiah dan profesional. > > > >Secara jujur, saya agak kaget dengan intepretasi anda mengenai > >kaum kafir dan konsekuensinya. Akhir-akhir ini terjadi pergeseran > >opini mengenai Islam didunia Barat. Setiap ada aksi kekerasan > >di dunia Islam biasanya orang mempersalahkan kaum Muslim yang > >menafsirkan ajaran Islam secara salah. Namun sekarang semakin > >banyak opini yang menyatakan bahwa ajaran Islam sendirilah yang > >salah. Bila membaca tanggapan anda, tidak bisa tidak saya harus > >membenarkan mereka. > > > >Untunglah saya mempunyai Al Quran diruang kerja (the Meaning of > >the Holy Quran, Abdullah Yusuf Ali, Amana Publications, USA) > >sehingga saya bisa mencek reference yang anda cantumkan. > > > >Menurut keterangan dari buku tsb QS Al Bayinah masuk kategori > >surat Madinah awal atau Mekah akhir, dimana dimasa tsb ajaran > >kebenaran dari Allah yang dibawakan nabi Muhammad mengalami > >penolakan, DIANTARANYA adalah oleh kaum (pagan) Quraish, > >masyarakat Yahudi dan masyarakat Nasrani yang tinggal di Mekah. > >Perhatikan kata DIANTARANYA sebab merupakan kata kunci. > > > > > >Terjemahan bhs Inggris dari QS AlBayinah ayat 6. > > > >Those who reject (Truth) > >Among the People of the Book > >And among the Polytheists > >Will be in Hellfire, > >To dwell therein (for aye) > >They are the worst > >Of creatures > > > >Terjemahan bahasa Indonesia dari saya > > > >Mereka yang menolak Kebenaran > >Diantaranya adalah para ahli Kitab > >dan diantaranya adalah penyembah dewa-dewa (berhala), > >akan masuk ke neraka jahanam. > >Tinggal kekal selamanya. > >Mereka adalah seburuk-buruknya mahluk. > > > > > >Disini tekanannya adalah mereka (kaum penduduk Mekah) > >yang menolak kebenaran (kendati mereka mampu membedakan > >antara yang benar dan yang salah namun menolak kebenaran > >tsb) akan menemui hukuman, tidak perduli bahwa diantaranya > >terdapat anak turun Abraham sendiri (kaum Yahudi) atau > >mereka yang telah ditebus oleh Yesus (umat Nasrani). > > > >Tersirat dalam AlQuran bahwa kaum Yahudi dan Nasrani > >sesungguhnya memperoleh tempat yang cukup istimewa dalam > >AlQuran. Walaupun demikian kalau mereka menolak kebenaran > >yang disampaikan nabi Muhammad, which is the case for those > >who lived in Mekkah, maka akan menemui neraka jahanam. > > > >Jadi HANYA mereka yang menolak kebenaran yang masuk neraka > >jahanam. HANYA mereka yang menolak kebenaran yang merupakan > >seburuk-buruknya mahluk. Quran tidak menyebutkan bahwa kaum > >Yahudi dan Nasrani masuk neraka jahanam. Quran tidak menyebutkan > >bahwa kaum Yahudi dan Nasrani adalah seburuk-buruknya mahluk. > > > >Tetapi Quran menyebutkan bahwa mereka yang menolak kebenaran > >TANPA PERKECUALIAN, meskipun itu kaum Yahudi, umat Nasrani.... > >(bisa diperpanjang)atau umat Islam sendiri akan masuk neraka > >jahanam. Mereka yang menolak kebenaran tanpa perkecualian > >meskipun itu kaum yahudi, Nasrani....(bisa diperpanjang) > >atau umat Islam sendiri adalah seburuk-buruknya mahluk. > > > > > > > ## Thohar: > Dalam memahami ayat ini akan lebih jelas jika menyeluruh Mas, Artinya > kebenaran itu harus di gali dalam kontek surat tersebut. Dan telah jelas > di sebutkan dalam surat Al Bayinah tersebut kriteria sejelek jeleknya > maklhuk di hadapan Allah dan sebaik baiknya Makhluk di hadapan Allah . > Dalam surat yang ke tujuh jelas di terangkan bahwa "Those who have faith > and do righteous deeds; They are the best of creatures." atau dalam > bahasa indonesianya "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan > mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Jadi > kontek kebenaran di hubungkan dengan keimanan dan mengerjakan amal > sholeh. Jelas berbada dong antara orang yang mengerjakan hal baik > berdasarkan keimanan kepada Allah denganorang yang mengerjakan hal baik > yang tidak dalam kerangka keimanan. Jadi kebaikan yang dimaksud bukan > hal baik saja mas, tapi hal baik dalam kerangka ketaatan kepada Allah SWT. > Memang ttg Al wala wal Baro " berkasih kasihan sesama muslim dan > berlepas diri terhadap kafirin" ini masih belum di pahami secara > mendalam oleh umat islam dan cenderung terlupakan. Jadi lah umat islam > yang seperti buih di lautan. > TTg pemahaman bahwa Kaum kafirin ini adalah sejelek jeleknya ciptaan, > tidak berarti kita boleh seenaknya saja mendholimi mereka, menumpahkan > darah mereka, menyakiti mereka. Tidak Mas. Bahkan darah mereka pun > terlindungi dengan sarat tertentu. Al wala wal baro ini adalah konsep > islam yang sesungguhnya adil kalau mau dipahami dalam kontek toleransi > antar umat beragama. Toleransi yang senungguhnya, bukan toleransi lips > service saja. > Kemudian tentang konsep kafirun ( orang kafir) atau perbuatan yang > menyebabkan kekafiran ini perlu pembahasan secara khusu agar kita tidak > mudah menuduh, bahwa si a itu kafir si B itu kafir. Tapi ada ilmunya > yang komprehensife yang tidak asal menuduh, tapi konsep pengkafiran > dengan dalil atau dasar hukum yang jelas. > Dan saya juga tidak menyalahkan kalau ada anggapan bahwa islam itu > ajarannya salah, wong yang menganggap ajaran islam itu salah toh masih > buta tentang islam, masih belum berusaha untuk mengerti ttg islam yang > sesungguhnya. > Begitu jawaban saya. > > Sekali lagi forum ini adalah diskusi jadi ada thesis dan anti thesis > yang harus di uji. Jadi syah saja kalau mas eko bikin thesis dan saya > bikin antithesis. Dan yang mau meramaikan saya berharap berkepala dingin > dan berhati yang lapang. Karena toh ini juga proses pembelajaran. > > wasalam > thohar > > > -------------------------------------------------------------------------- > Milis Archive: http://archive.undip.ac.id > to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #2300 > DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id > > > -- -------------------------------------------------------------------------- Milis Archive: http://archive.undip.ac.id to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #2305 DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id
