On Nov 8, 2007 5:52 AM, Ade Fauzan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Assalamu'alaikum Wr.Wb.
>
>  Saya kira apa yang kita takutkan bahwa ada percampuran antara bisnis
>  konvensinal (baca:haram) dengan syariah seharusnya tidak ada. Kenapa?

===========================
Kalo boleh sedikit melanjutkan.

Yang saya maksudkan bercampur adalah begitu banyak bank konvensional
membuka unit syariah. Ini yang bagi saya aneh. Seperti pedagang besar
babi yang haram, yang sedang membantu pedagang kecil sapi yang halal.

Bagi saya bank riba yang haram dan bank syariah yang halal harus
diperlakukan bagai bumi dengan langit, bagai air dengan minyak, bagai
babi dengan sapi. Mereka tak boleh tercampurkan dalam satu bisnis.
Apapun bentuknya. Bagaimanakah bisa mencampur kebaikan dengan
kejahatan.

Contoh gampangnya:

Bank Mandiri itu haram karena mengambil riba. Transaksi di bank
mandiri itu haram. Bank Mandiri itu adalah babi. Bank Syariah Mandiri
itu halal karena tak mengambil riba. Transaksi di bank syariah itu
halal. Bank syariah itu sapi. Inilah yang menurut saya tercampur.
Pedagang babi haram sedang mbantu pedangang sapi halal.

Menurut saya posisi bank syariah harus berhadap-hadapan dengan bank
konvesional. Lah harus gitu dong. satu haram satu halal koq. ketika
nabi menyebarkan Islam apakah beliau bisa menolerir ketidaktauhidan.
Riba itu hal mendasar sama seperti tauhid.

salam

Kirim email ke