Saya yakin setelah peristiwa ini di AS akan ramai lagi perdebatan 
mengenai kepemilikan senjata api. 

Yang kontra akan mengatakan senjata api membuat orang cenderung 
mengambil pilihan kekerasan dalam memecahkan masalah.

Yang pro akan mengatakan kalau semua orang berhak memiliki senjata 
api, para penjahat akan berpikir dua kali sebelum melakukan 
kejahatan. Bisa-bisa dia di-dor sama korbannya.

Susahnya lagi, hak memiliki senjata api di AS dijamin oleh 
konstitusi. Mau melarang pun panjang urusannya.

Andi

"God created men. Mr. Colt made them equal"

--- Pepatah Amerika, dikutip Frank Hopkins dalam film Hidalgo


--- In [email protected], "loekyh" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Pak Wal, walaupun penembakan di dalam kampus/sekolah sudah 
beberapa 
> kali terjadi, tetapi jumlah pelakunya biasanya TIDAK BANYAK. 
Jumlah 
> korban (bukan pelaku) kali ini memang banyak dan keberadaan korban 
> yang banyak ini IMO disebabkan oleh kebebasan mengakses SENJATA 
API. 
> 
> Memang benar prilaku militer AS dalam kasus Irak bukan hanya 
sangat 
> kejam, tetapi juga menyebabkan 'chaos' di semua sektor 
infrastruktur 
> Irak dan keadaan ini menggiring ke konflik yg lebih luas dan lebih 
> tak berprikemanusiaan. Tetapi tidak setuju jika kita melakukan 
> generalisasi ke semua kasus2 dg mengklaim bahwa bangsa Amerika 
> adalah bangsa kejam.
> 
> IMO, suatu negara dikatakan memiliki penduduk/bangsa yang relatif 
> suka kekerasan apabila JUMLAH PELAKU kekerasan di negara tsb 
relatif 
> cukup banyak. 
> 
> Lihat aja berita2 TV di Indoesia pak Wal, setiap hari ada berita 
> pembunuhan (dan karena kurang fasilitas, tak semua pembunuhan 
> diberitakan). 
> 
> Di Amerika, apabila satu pelaku pembunuhan menghabisi nyawa 
> korbannya satu per satu dalam selang beberapa bulan (walaupun 
> mungkin total korbannya mencapai 5-6 orang), maka seluruh saluran 
> berita TV pasti memberitakannya (sebab pembunuhan, kekerasan dan 
> tindak kriminal di sana merupakan kejadian yg relatif langka 
> dibandingkan dg Indonesia).
> 
> Salam
> 
> --- In [email protected], "walsuparmo" 
> <walsuparmo@> wrote:
> >
> > 
> > Salam,
> > Amerika adalah negara dengan masyarakat yang  penuh kekerasan. 
> Sijak
> > negara itu didirikan oleh pembunuh2 suku Indian dan beberapa 
orang
> > Presidennya  dibunuh oleh rakyatnya sendiri. Jadi tidak 
mengerankan
> > jika stiap waktu timbul kekerasan serpeti di Universitas di
> > Virginia.Presiden  Bush dengan alasan apapun ,yang memerintahkan
> > rakyatnya untuk menyerang negara lain.Ironisnya di negara itu 
juga
> > timbul gerakan2 HAM dan gerakan etis lainnya.
> > Wasalam,
> > Wal Suparmo
> > 
> > 
> > --- In [email protected], radityo djadjoeri
> > <radityo_dj@> wrote:
> > >
> > >).
> > >
> > >   Apa mungkin dia keturunan Arab, atau Turki? Semoga bukan 
orang
> > Indonesia...
> > >
> > >
> > >
> > > Agus Hamonangan <agushamonangan@> wrote:
> > >
> > http://www.kompas.co.id/ver1/Internasional/0704/17/072245.htm
> >
>


Kirim email ke