Diberitakan juga bahwa kematian anak-anak di Amerika akibat kelalaian para orang tua dalam menaruh senjata api, dalam 1 hari 10 anak mati. Anak-anak mengganggap senjata api itu mainan kemudian anak tersebut menembakkan dirinya atau ke temannya.
Menyedihkan.. Salam, Sari --- loekyh <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Pak Wal, walaupun penembakan di dalam kampus/sekolah > sudah beberapa > kali terjadi, tetapi jumlah pelakunya biasanya TIDAK > BANYAK. Jumlah > korban (bukan pelaku) kali ini memang banyak dan > keberadaan korban > yang banyak ini IMO disebabkan oleh kebebasan > mengakses SENJATA API. > > Memang benar prilaku militer AS dalam kasus Irak > bukan hanya sangat > kejam, tetapi juga menyebabkan 'chaos' di semua > sektor infrastruktur > Irak dan keadaan ini menggiring ke konflik yg lebih > luas dan lebih > tak berprikemanusiaan. Tetapi tidak setuju jika kita > melakukan > generalisasi ke semua kasus2 dg mengklaim bahwa > bangsa Amerika > adalah bangsa kejam. > > IMO, suatu negara dikatakan memiliki penduduk/bangsa > yang relatif > suka kekerasan apabila JUMLAH PELAKU kekerasan di > negara tsb relatif > cukup banyak. > > Lihat aja berita2 TV di Indoesia pak Wal, setiap > hari ada berita > pembunuhan (dan karena kurang fasilitas, tak semua > pembunuhan > diberitakan). > > Di Amerika, apabila satu pelaku pembunuhan > menghabisi nyawa > korbannya satu per satu dalam selang beberapa bulan > (walaupun > mungkin total korbannya mencapai 5-6 orang), maka > seluruh saluran > berita TV pasti memberitakannya (sebab pembunuhan, > kekerasan dan > tindak kriminal di sana merupakan kejadian yg > relatif langka > dibandingkan dg Indonesia). > > Salam >
