Saya sangat setuju bahwa mutasi tsb merupakan suatu trik seakan-akan oknum 
pegawai sudah ditindak.  Tapi untuk diekspos, apalagi diinterview langsung oleh 
stasiun TV...?  Rasa-rasanya, kita masih perlu kasih kesempatan kedua untuk 
memperbaiki diri.    (Kecuali kalau bagian wajah oknum tsb., dibuat 
samar-samar... , eh tapi jadi percuma ya diliput langsung, kalau wajahnya tak 
tampak, bukan?)

Rgds / Tedy


To: [EMAIL PROTECTED]: [EMAIL PROTECTED]: Thu, 19 Apr 2007 16:32:33 
+0700Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Potret Immigrasi Indonesia




Setuju dengan pak Mulyadi, orang itu dan pegawai laiinya supaya jera 
......."stephanusmulyadi" <[EMAIL PROTECTED]>Sent by: [EMAIL PROTECTED]/19/2007 
03:24 PMPlease respond to Forum-Pembaca-KompasTo: [EMAIL PROTECTED]: Subject: 
[Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Potret Immigrasi IndonesiaKalau cuma dimutasi sih 
hampir gak ada gunanya. Mestinya pegawai itudiproses, disuruh mengembalikan 
uang hasil pemerasannya di depan orangbanyak di bandara itu, diliput secara 
langsung oleh TV. Lalu saat itujuga diinterview, apakah pemerasan itu dia 
lakukan atas kehendaknyasendiri atau memang sudah merupakan "kebijakan" dari 
atasan.Saat saya ngurus pasport, saya pernah diminta uang sebesar 500 ribuoleh 
petugas. Saya tanya kenapa begitu mahal, sebab di tembok jelasterpasang biaya 
yang sesungguhnya. Dia bilang agak berbisik: "Initarget harian dari pimpinan, 
Mas." Sambil nunjukkan buku panjangberisi catatan pemasukan harian, kayak buku 
catatan pedagang kelontongdi pasar.Tapi saya ngotot tetap tidak mau bayar. Trik 
saya: ngomongkeras-keras dengan nada marah, sehingga menarik perhatian dari 
oranglain. Akhirnya dia tak berkutik.Mutasi adalah salah satu trik, agar 
pegawai ybs tidak bisa ditemuilagi kalau dicari di counter tsb., dan dgn 
demikian "SEAKAN-AKAN"pegawai tsb sudah ditindak.SalamMulyadi

Kirim email ke