Pak Godlip,

Perusahaan, kalaupun mau, seringkali tidak bisa menagih balik fiskal 
ini ketika membayar pajak. Pasalnya, kalau tidak diminta maka 
petugas fiskal ini hanya akan menuliskan nama pemegang paspor saja 
dalam tanda terima fiskal; tidak pakai nama perusahaan. Dengan 
demikian tanda terima fiskal ini menjadi tidak ubahnya tanda terima 
fiskal untuk perjalanan pribadi.

Kalau nama perusahaan kemudian ditulis dengan tulisan tangan kita 
sendiri, petugas pajak biasanya tidak mau mengakui karena memang 
bisa saja ini akal-akalan perusahaan untuk mengurangi pajak.

Akibatnya di perusahaan saya dulu setiap karyawan yang bepergian ke 
luar negeri diminta membawa kertas bertuliskan nama perusahaan. Saat 
tanda terima fiskal sedang ditulis, terpaksalah kami dengan muka dan 
senyum semanis mungkin meminta bapak-bapak itu sudilah kiranya 
menuliskan nama perusahaan di tanda terima fiskal.

Andi


--- In [email protected], Godlip Pasaribu 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Uang fiscal ini pastilah jadi lahan subur bagi oknum2
> yang memanfaatkannya.  Bagi pegawai/karyawan yang
> ditugaskan oleh kantor misalnya, mereka pastilah mau
> membayar penuh Rp 1 juta dan tidak akan berniat
> membayar kurang daripada itu.  Karena dia sudah
> membayar pajak PPH21 yang langsung dipotong langsung
> oleh kantornya, maka seharusnya biaya Rp 1 juta untuk
> fiscal ini bisa diminta untuk kembali.  Tetapi saya
> yakin yang meminta kembali jauh lebih sedikit daripada
> yang tidak perduli atau lupa memintakan pengembalian. 
> Nah, uang ini dikemanakan?  Jadi permainan oknum juga
> kah?
> 
> Sebaliknya, bagi pribadi-pribadi yang bepergian ke
> luar negeri termasuk para pengusaha, mereka banyak
> yang mau diajak damai dengan membayar antara Rp
> 600-800 ribu tanpa tanda terima.  Dan hal ini sudah
> berlangsung bertahun-tahun tanpa ada usaha untuk
> memberantasnya.  Pertanyaan saya kepada Bapak Menteri,
> kenapa ya Pemerintah tidak mau menindak penyelewengan
> ini, apa mungkin Pemerintah tidak tahu atau sengaja
> mem biarkannya?  Salam.
> 
> --- fauziah swasono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > --- In [email protected], Iwan
> > Wibawa
> > <iwanw1963@> wrote:
> > >
> > > ha..ha...ha hus nanti ada yang marah
> > lho.......katanya istri
> > sekarang gak suka menuntut, pada sabar semua, calon
> > surga ...ha ha ha 
> > > 
> > 
> > 
> > hehehe.. Pak Iwan ini lucu juga..
> > 
> > Just because you've met bad women, are all women
> > bad?
> > 
> > Kalau melihat berbagai posting Pak Iwan mengenai
> > wanita, tampaknya
> > pengalaman buruk anda dg mahluk ini cukup traumatis.
> > Sekedar
> > mengingatkan, banyak pula wanita mendapatkan
> > laki-laki jahat. 
> > Intinya setiap individu bisa baik, bisa jahat,
> > regardless gender.
> > 
> > Kata orang biasanya aura itu akan memancar dan
> > menimbulkan reaksi
> > balik yang setara. Kalau bawaannya selalu curiga dan
> > sinis sama
> > perempuan, tidak heran selalu bertemu perempuan yang
> > memang tipe yang
> > dicurigai tsb. 
> > 
> > Maaf. Cuma memberi masukan. Kebaikan akan dibalas
> > kebaikan oleh Tuhan,
> > keburukan akan dibalas keburukan. Ada kalanya nasib
> > kita "sial". Tapi
> > jika kita berpikir positif maka akan selalu ada
> > hikmahnya, kalau
> > berpikir negatif maka akan berlipat ganda muramnya
> > :)
> > 
> > Semoga berbahagia.
> > 
> > salam,
> > 
> > fau
>


Kirim email ke