Bahwa yang keluar masih model perda ala Banten, ini memperlihatkan perjuangan
feminis masih relevan pada saat ini. Bayangkan, sudah dilawan secara keras saja
masih bisa lolos. Apalagi yang bisa terhadi pada perempuan jika seandainya
perempuan sama sekali tak melawan?
Film Titanic yang beredar di 21 awal tahun 2000-an itu cuma "rekonstruksi"
kejadian kecelakaan hampir seabad sebelumnya. Dia bukan barang baru. Memang
kebijakan kapten kapal saat itu adalah mendahulukan perempuan dan anak-anak.
Mengapa itu terjadi? Sebab jumlah sekoci dan pelampung ternyata tak sebanding
dengan jumlah penumpang. Seandainya saja jumlahnya memadai, tak perlu ada
diskriminasi. Jika Anda lihat peraturan keselamatan transportasi udara dan laut
pada masa kini, penumpang tak dibedakan atas dasar gendernya. Semua layak
diselamatkan.
Dari segi fisik, laki-laki memang RELATIF lebih kuat daripada perempuan. Saya
katakan relatif karena sangat tergantung detil konteksnya. Laki-laki Indonesia
yang beratnya 50 kg dan tingginya 165 cm mungkin tidak lebih kuat daripada
perempuan Amerika yang beratnya 70 kg dan tingginya 185 cm. Kalo harus tanding
nyetir truk trailer atau tank yang beratnya beberapa ton, keduanya punya kans
yang sama, karena zaman sekarang kan semuanya pake power-steering?
Dalam hal daya tahan mental, juga tak selalu perempuan lebih alot daripada
laki-laki, atau sebaliknya. Semuanya ditentukan oleh sikap mental, pendidikan,
dan pengalaman. Perempuan yang bunuh diri juga banyak, tak kalah banyak mungkin
sama laki-laki yang kena stroke atau darah tinggi. Maka, perlu dipertanyakan
apakah ini semua dipengaruhi oleh jenis kelamin?
Jadi, mengukur kekuatan laki-laki dan perempuan tak bisa sembarangan dan
berasar stereotipe. Lagian, kalo misalnya perempuan fisiknya tak sekuat
laki-laki, apa berarti tak boleh main sepak bola, jadi tentara, dan kerja di
konstruksi? Antara satu laki-laki dan laki-laki lain saja kekuatan fisiknya
sudah sangat berbeda-beda. Maka, bagaimana kita mau menentukan bahwa fisik
perempuan pasti senantiasa lebih lemah daripada fisik laki-laki?
manneke
Haniwar Syarif <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
setuju Mas ,, bhw feminis sejati nggak mau begitu..
setuju juga perlunya ada aturan disaat masih marak kekerasan , kalau
ngandelin perubahan dr masyarakat sendiri jd terlalu lambat.., jadi bagus
ada komnas perempuan , uu kdrt...sayang bin ajaib yg keluar malah perda a
la Banten...
Tapi sy kira fenomena titanic yg terjadi setahun lalu, masih juga kok
terjadi sekarang antara lain dgn semboyan lady first
bagus juga direnungkan agar kesetaraan lebih dapat di hayati.
...secara umum aku yakin itu nggak terlalu salah..masing masing ada
kelebihannya... soal fisik umumnya laki laki lebih kuat.. secara
daya tahan mental umumnya sering wanita yg lebih kuat.., makanya ada
penelitian bilang, kalau laki menduda .. nggak kawin lagi.. dia segra akan
nyusul ke akhirat, sementara perempuan bisa terus menjanda berpuluh tahun
tanpa kehilangan semangat hidup..
Makanya lebih banyak janda yg hidup duda , dan lebih banyak duda yg kawin
lagi.dibanding janda .. smile..
senang juga lho , kalau ada mahluk indah , minta
perlindunganku...,sepertinya aku hebat... smile..,jadi sebaiknya jangan
semua wanita merasa sama kuat dgn laki laki..
Salam
Haniwar
At 10:20 PM 4/24/2007, you wrote:
>Titainic itu tenggelam satu abad yang lalu, Pak. Lha ya lucu kalo
>peristiwa seabad lalu mau dipakai untuk bicara soal situasi perempuan pada
>masa kini. Sudah mengertikah kini mengapa contoh Titanic ini paling cocok
>ya di-parodi-kan?
>
>Tapi, kembali saya katakan, perempuan feminis tak akan pernah
>menuntut-nuntut ditraktir atau didahulukan dalam segala hal. Perempuan
>feminis sadar bahwa dengan semakin besarnya kebebasan diri, semakin besar
>pula tanggung jawab. Kalo yang ngaku feminis tapi kesana kemari minta
>ditraktir laki-laki melulu dengan alasan bahwa dia perempuan, ya ini
>feminis gadungan.
>
>Bahwa negara, pemerintah, penguasa, hukum masih terus mau memperlakukan
>perempuan sebagai makhluk yang sama tak berdayanya dengan anak-anak, ini
>bukan hasil tuntutan kaum feminis, melainkan kelanjutan dari pola pikir
>patriarki.
>
>Tapi, dalam masyarakat yang masih belum setara, yang masih marak dengan
>kekerasan dan peminggiran terhadap perempuan, maka negara dan perangkat
>hukum wajib memberikan perlindungan kepada perempuan. Contohnya? Ya di
>negara kita ini.
>
>manneke
---------------------------------
Be smarter than spam. See how smart SpamGuard is at giving junk email the boot
with the All-new Yahoo! Mail
[Non-text portions of this message have been removed]