Lho? Yang tak setuju ama tulisannya Ariel Anda toh? Jadi, yang mestinya
menjelaskan posisinya kan Anda? Ariel sendiri bagaimana mesti menjelaskan
tulisannya kalo dia bukan anggota milis ini? Kok jalan pikiran yang sesimpel
ini aja nggak ngarti sih? Kalo saya sih amin amin aja kok ama pendapat Ariel.
So, what's your problem, man?
Mau ngobrol soal militerisme yang maskulin boleh aja sih. Tapi saya tak akan
mengatasnamakan Ariel. Jadi, Anda mau mulai dari mana nih?
manneke
si_andi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Hehehe Pak Manneke, Anda kok jadi tidak pede begitu. Obrolan kita
soal tulisan ini saja belum selesai Anda sudah mau membahas
pandangan saya; pakai ngajak-ngajak Pak Ariel dan semua miliser
lagi. Kalau mau mengajak semua orang, kita santap dululah teori
militerisme supermaskulin Anda itu (keriting lidah saya membacanya).
Gimana sih? Kok tiba-tiba masyarakat kita tahu-tahu Anda kasih
stempel yang panjang itu?
Andi