Ketika kepentingan duniawi dan badaniah sudah memuncak sampai di
ubun-ubun, segala macam alat, alasan atau apapaun dijadikan
justifikasi dan pembenaran sesat dan sesaat.

Kemana nurani jernih dan suri tauladan yang sudah langka di negeri ini
? Contoh perilaku hidup sederhana memang ternyata tidak gampang
dilaksanakan dan sudah dianggap kuno.

Ivan

--- In [email protected], "EKO KERTAJAYA"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> itulah mbak kalo ajaran agama dipahami secara tekstual.
> harusnya urusan muamalah yg terikat dimensi dan waktu selalu
ditakwil ulang
> banyak seh yg telah menyadari hal ini
> namun ternyata lebih banyak orang yg tidak dan pura2 tidak menyadari
> krn adanya kepentingan2 syahwat sesaat yg mereka balut dng ayat2.

Kirim email ke