Apakah anak 12 tahun sudah bisa membuat keputusan bertaraf dewasa seperti perkawinan? Kalo di negara kafir, Anda menggauli anak di bawah usia 16 tahun, walau si anak setuju Anda akan tetap kena pidana pemerkosaan, sebab anak di bawah umur tidak cukup dewas untuk memberikan consent terhadap cumbuan seksual. Kalau Anda punya anak gadis umur 12 tahun yang mau dinikahi laki-laki umur 40 tahun, Apakah Anda akan membiarkan anak Anda itu bikin keputusan sendiri atau Anda yang jadi pembuat keputusan? Testcase-nya mestinya pada diri Anda sendiri. Ngomongin anak gadis orang lain sih gampang. Mestinya hal-hal begini ini yang diatur dalam RUU Porno. Ini lebih penting dan menyangkut masa depan seorang anak remaja, daripada ngurusin gambar porno. manneke
--- On Thu, 10/23/08, Radityo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Radityo <[EMAIL PROTECTED]> Subject: RE: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Kiai Nikahi Bocah 12 Tahun To: [email protected] Received: Thursday, October 23, 2008, 11:33 PM kita semua pasti mempunyai dasar pemikiran dalam bertindak. saya tidak menyalahkan siapa-siapa karena masing-masing punya jalan dalam pemikiran sendiri. begitu juga si kyai yang menikahi si gadis, begitu pun si gadis yang mau untuk dinikahi. ada baiknya kita melihat bagaimana pernikahan dalam Islam terjadi. sang wanita harus setuju untuk dinikahi (menerima lamaran) dan dalam Islam pun terdapat wali. apabila salah satu dari kedua pihak tersebut tidak setuju maka pernikahan tersebut tidak dapat terjadi. oleh karena pernikahan itu telah terjadi, maka kedua pihak (si gadis dan wali) pastilah telah setuju. mengenai bagaimana hak-nya si gadis setelah pernikahan kita tidak dapat membahasnya karena jujur saja kita tidak tahu benar bagaimana masalahnya selain dari yang diceritakan. mungkin saja si gadis sudah siap dibanding beberapa dari kita yang sudah bekerja, punya mobil, rumah, namun belum sanggup memikul beban pernikahan. Karena pernikahan adalah kegiatan dua arah atau dengan kata "saling", maka coba kita cukup berkata dalam hati bila judul topik nya adalah " bocah 12 tahun menikahi seorang kyai ". apakah image kita masih sama seperti yang kita bayangkan selama ini? mungkinkah justru sang bocah yang ingin dinikahi oleh si kyai? Wassalam, Radityo Agung P.
