Lagi-lagi pernyataan ngawur dari seorang manusia berjiwa kerdil. Jadi kalo orang ribut protes terhadap ulah seorang kyai yang mengawini anak di bawah umur, maka pasti yang suka protes itu tak peduli pada nasib anak-anak yang diperdagangkan untuk prostitusi. Membangun relasi logis antara dua hal yang berbeda saja nggak becus, gimana mau mikir lurus? � Kalau Anda hidup di sebuah negara yang hukum nasionalnya adalah hukum sekular, maka janganlah dicampur-adukkan hukum nasional itu dengan hukum agama. Kecuali kalau NKRI ini adalah negara agama, maka bisa dimaklumi kalau dalil agama ertumpang- tindih dengan hukum negara. � Anak 12 tahun itu manusia, Boss. Bukan barang mati yang nasibnya dengan seenaknya ditentukan oleh orang tua, saudara, kerabat, tetangga, dll. Jika dia diberi kesempatan tumbuh menjadi manusia dewasa yang matang, dia tak akan memilih kawin pada usia 12 tahun! � manneke
--- On Fri, 10/24/08, Dudi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Dudi <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Kiai Nikahi Bocah 12 Tahun To: [email protected] Received: Friday, October 24, 2008, 2:38 AM Sepertinya kita sudah terjebak dalam kubangan praduga negatif terhadap " Pernikahan gadis 12 tahun dengan seorang kiai " Adakah yang berniat baik datang kesana untuk mewawancarai keduanya, orang tuanya, saudara-saudaranya atau tetangganya daripada mengomentari dengan penuh emosi. Atau barangkali kita semua lebih " menutup mata&telinga" terhadap penjualan anak gadis 12 tahun kepada para germo yang gentayangan ke kampung-kampung. Tolonglah menatap dengan kacamata yang lebih teduh.. Masalah hukum agama..memang jelas Islam tidak melarang..hukum itu datang dari si pembuat manusia yang jauh lebih tahu dari kita-kita sebagai manusia kenapa hal itu tidak dilarang..
