oleh karena itu saya tuliskan terdapat pihak wali, dan bila wali tidak
setuju maka pernikahan tidak dapat terjadi. karena pernikahan tersebut
terjadi pastilah wali setuju, dan wali pertama adalah orang tua sendiri.
sehingga dalam case tersebut pastilah si orang tua juga berandil dalam
mengambil keputusan bagi anak gadisnya yang berusia 12 tahun tersebut. 
 
saya dan pasangan bertemu 4 tahun yang lalu, ketika itu dia masih berumur 12
tahun. dan pada saat itu dia sudah dapat mengambil keputusan untuk menikah.
sekarang dia sudah berumur 16 tahun dan selama hampir 3 tahun kami
berpasangan dia menunjukkan bahwa di umur yang belia dia jauh lebih dewasa
dari wanita seumuran dia ketika masa-masa pacaran saya selama SMA sampai
kuliah. dari dia saya belajar untuk lebih tulus menghargai orang lain. saya
tidak tahu apakah saya tergolong phedopilia karena umur kami yang berbeda
cukup jauh, namun tidak sampai berbeda 10 tahun hehe.
 
mungkin satu hal yang dapat diperhatikan, nampaknya gadis-gadis desa lebih
siap untuk menikah karena di pedesaan banyak sekali gadis yang menikah dalam
usia belia. hal ini saya perhatikan di daerah istri" saya di sebuah pedesaan
di bandung, tidak sedikit wanita berumur 14 - 15 tahun sudah memiliki anak
satu. bahkan temannya ada yang berumur 16 tahun namun sudah berstatus janda,
dan kini sudah menikah lagi dan sedang menanti anak kedua. haduh
 

Wassalam,

Radityo Agung P.

らぢちょあぐんぐぷらぼろ

 

  _____  

From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of manneke budiman
Sent: 24 Oktober 2008 12:46
To: [email protected]
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] RE: Kiai Nikahi Bocah 12 Tahun



Apakah anak 12 tahun sudah bisa membuat keputusan bertaraf dewasa seperti
perkawinan?
 
Kalo di negara kafir, Anda menggauli anak di bawah usia 16 tahun, walau si
anak setuju Anda akan tetap kena pidana pemerkosaan, sebab anak di bawah
umur tidak cukup dewas untuk memberikan consent terhadap cumbuan seksual. 
 
Kalau Anda punya anak gadis umur 12 tahun yang mau dinikahi laki-laki umur
40 tahun, Apakah Anda akan membiarkan anak Anda itu bikin keputusan sendiri
atau Anda yang jadi pembuat keputusan? Testcase-nya mestinya pada diri Anda
sendiri. Ngomongin anak gadis orang lain sih gampang.
 
Mestinya hal-hal begini ini yang diatur dalam RUU Porno. Ini lebih penting
dan menyangkut masa depan seorang anak remaja, daripada ngurusin gambar
porno.
 
manneke

Kirim email ke