Memang saya tidak membela SEMUA anak. Saya membela semua anak sekolah yang dirugikan akibat kebijakan clomor yang Anda dukung tapi sambil pura-pura EGP ini. Jelas? Kalo ada anak sekolah yang udah masuk jam 5 pagi dan enjoy, ya sudah, baguslah. Di Citayam ada SD dan SMP Negeri boss, tapi penuh-sesak dan tak terima murid pindahan. Teman yang menempati rumah saya di Citayam itu pegawai honorer FIB UI, bukan orang berduit. Waktu saya berangkat studi ke LN, rumah saya biarkan ditempati dia daripada rusak dan kosong nganggur. Kalo saja dia bisa masukkan anaknya ke SD dan SMP Citayam, dia mungkin sudah selametan potong ayam! Dan lagi, skenario Binus School versus sekolah Depok itu saya sajikan sebagai SIMULASI. Tapi sekarang ketauan rupanya Anda tak mengerti apa arti kata "simulasi." Ya, saya maklumilah :)) Simulasi itu saya berikan dengan tujuan untuk menunjukkan bahwa Anda membuat pernyataan-pernyataan tentang orang tua dengan 2-3 anak yang menyekolahkan anaknya sampai ganti angkot 4 kali sebagai orang tua BERDUIT yang LEBIH MILIH SEKOLAH UNGGULAN daripada sekolah lokal di tempat ia tinggal. Denga tiu, saya mau tunjukkan bahwa bagi orang tua, seringkali, itu pilihan terakhir, sebab sekolah yang dekat rumah mahalnya minta ampun atau daya tampung udah pol. Kalo orang tua yang bisa masukkan anak ke sekolah unggulan yang jaunya audzubillah, maka pasti dia punya cukup uang buat beli mobil dan sewa supir untuk anter anaknya sekolah, nggak akan paksa anak repot-repot naik angkot ganti 4 kali. Anda ngilang setahun kok bukannya jadi tambah pinter ya (hehehe, sori, saya pinjem pertanyaan Anda kemarin)? Logika simpel kaya di atas aja kaga ngerti, dan sampe repot-repot periksa peta Citayam cari info SD/SMP segala? Di Citayam itu juga tak ada BINUS HIGH, Bung, itu bagian dari simulasi. Jangan kebanyakan minum ah, Anda kok jadinya mabok melulu sih kalo diskusi? Iya, kita bicara DKI. Citayam sekali lagi adalah simulasi, sebab saya punya BTN di situ. jadi paling gampang dan konkrit buat saya ya pake contoh tempat saya sendiri. Karena Anda rajin cari-cari info, mungkin Anda bisa luangkan waktu cari info tentang arti kata SIMULASI itu apa. manneke
--- On Thu, 12/18/08, si_andi <[email protected]> wrote: From: si_andi <[email protected]> Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: "Rekor Dunia" Jam Masuk Sekolah To: [email protected] Received: Thursday, December 18, 2008, 11:31 PM Jadi bilang "banyak" itu (artinya mengakui ada yang lain yang berbeda) lebih ngawur dari ngaku membela hak anak (tanpa pengakuan bahwa Anda sebenarnya tidak sedang membela semua anak)? Monggo, terserah. Saya tidak sempat ke Citayam untuk bisa memverifikasi data Anda. Tapi kalau di-google ternyata ada tuh SD Negeri Citayam dan SMP Negeri Citayam. Kawan Anda saja yang tidak mau menyekolahkan anaknya di sana. Barangkali gengsi bersekolah di sekolah kampung. Lagian baru tahu saya kalau Citayam dan Depok itu sekarang masuk DKI. Ini kita masih bicara DKI kan? Balik lagi, Pak. Olahraga sebentar, lalu cari contoh yang tidak ngawur. Andi
